• Tue, 12 December 2017

Prosedur



MEKANISME VPTI


Terhadap barang-barang impor yang dikenakan kewajiban verifikasi di negara muat, sesuai dengan Permendag dan aturan yang dijelaskan dalam tautan Komoditas, berikut dijelaskan mengenai tahapan atau proses VPTI yang dilakukan :

Importir dapat mengajukan VPTI dengan mengisi formulir Verification Request (VR) secara online melalui https://app-vpti.com/imp/
  • (+) VR berisi tentang persyaratan minimum (dokumen dan informasi) terkait dengan pemenuhan aspek di dalam Permendag untuk komoditi-komoditi yang dipersyaratkan;
  • (+) Untuk submisi VR yang dilakukan, akan diproses pada hari yang sama;
  • (+) Apabila data-data yang di-submit dalam VR telah lengkap dan benar, sebelum jam 12:00 WIB (hari kerja), Verification Order (VO) akan diterbitkan untuk diproses kemudian di kantor inspeksi negara terkait pada hari yang sama dengan submisi VR;
  • (+) VR yang disubmisi setelah jam 12:00 WIB, penerbitan VO akan diproses sampai dengan H+1 setelah  VR disubmisi;

Kantor Inspeksi (Luar Negeri) akan memproses VO yang telah dikonfirmasi aktif oleh KSO SCISI (Jakarta) :
  • (+) Request of Information (RFI) akan dikirimkan kepada eksportir melalui PIC dan alamat (e-mail dan telepon) sesuai dengan yang tercantum di dalam VO;
  • (+) Form RFI yang dikirimkan agar diisi sesuai dengan kesiapan barang dan kontainer, mendekati waktu pengapalan, dan sesuai dengan dokumen pendukung yang disubmisi;
  • (+) Penjadwalan inspeksi akan diberikan paling lama H+3 sejak dokumen RFI lengkap dan benar disubmisi oleh eksportir;

Inspeksi yang telah selesai dilaksanakan memuat dokumen Provisional Inspection Report (PIR) yang akan diberikan kepada eksportir dengan beberapa keterangan :
  • (+) PIR berlaku H+30 sejak selesainya inspeksi;
  • (+) Eksportir dapat melakukan pengapalan jika hasil dari PIR adalah SATISFACTORY;
  • (+) Terhadap PIR dengan keterangan lain (seperti ABORTED atau DISCREPANCY), Kantor Inspeksi (Luar Negeri) akan berkoordinasi dengan Hub Office (Jakarta) and eksportir terkait tindak lanjut yang dibutuhkan, pengapalan disarankan untuk tidak dilakukan, karena terdapat konsekuensi re-ekspor dan tidak terbitnya LS yang disebabkan ketidaksesuaian VO dan fisik barang;

Bill of Lading / Airway Bill tidak lagi menjadi persyaratan penerbitan LS, Final Invoices dan Packing Lists yang telah diperoleh dari eksportir dapat diberikan langsung kepada KSO SCISI (Jakarta) untuk pemrosesan penerbitan LS, tanpa menunggu B/L dan/atau AWB;

LS yang telah diterbitkan akan dinotifikasikan kepada importir sesuai dengan PIC yang tercantum di dalam VO;



    Aktivasi VO (Tata Cara Pembayaran Jasa VPTI)