• Sat, 21 October 2017

Sejarah Singkat


Kerjasama Operasi Sucofindo - Surveyor Indonesia (KSO SCISI) merupakan suatu bentuk kerjasama yang didirikan oleh 2 (dua) perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Sucofindo (Persero) dan PT Surveyor Indonesia berdasarkan Akta Notaris Surjadi SH nomor 01 tanggal 07 November 2002, yang telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Indah Prastiti Extensia, SH Nomor 21 tanggal 22 Juli 2009 tentang Perubahan Kesepuluh atas Perjanjian Kerjasama Sucofindo - Surveyor Indonesia tentang Perjanjian Persekutuan Perdata dalam Kerjasama Operasi antara PT Superintending Company of Indonesia dan PT Surveyor Indonesia.
KSO didirikan dengan tujuan melakukan kegiatan verifikasi atau penelusuran teknis impor dan kegiatan lain yang terkait dengan jasa pemeriksaan/verifikasi dalam lingkup fasilitas Industri dan Perdagangan.
KSO SCISI sebagai Surveyor independen saat ini memiliki kantor di Jakarta dan afiliasi dengan kantor inspeksi di lebih dari 30 negara. KSO SCISI berpengalaman sebagai Surveyor pelaksana program verifikasi atau penelusuran teknis impor (VPTI).
Program tersebut merupakan suatu kebijakan pemerintah hal ini Departemen Perdagangan sebagai upaya untuk melindungi kesinambungan pembangunan ekonomi di Indonesia dengan tujuan :
  1. Meminimalisir kegiatan penyelundupan baik fisik maupun dokumen
  2. Menghindari kerugian yang dialami industri dalam negeri akibat masuknya barang-barang impor yang melimpah di pasaran internasional
  3. Mempertahankan iklim usaha yang kondusif, meningkatkan upaya perlindungan konsumen, menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat serta tertib administrasi impor
  4. Adanya kepastian bea masuk tehadap pajak impor yang sesuai dengan kenyataan barang yang diperiksa menurut ketentuan kepabeanan yang berlaku
  5. Kepastian atas barang impor yang sesuai dengan perijinan yang diberikan pemerintah
  6. Mengurangi penyimpangan klasifikasi HS (misclassification) secara bertahap
  7. Mengurangi penyimpangan pernyataan barang (misdeclaration) secara bertahap
  8. Mencegah adanya ketidaksesuaian kualitas/spesifikasi barang yang diimpor
  9. Menghasilkan data dan informasi impor yang akurat

Penugasan awal oleh Pemerintah kepada KSO bermula pada pelaksanaan verifikasi impor Besi Baja dan Baja Canai Lantaian tahun 2002.
Pada April 2003 KSO mendapatkan penugasan untuk melakukan verifikasi Tekstil dan Produk Tekstil. Pada Agustus 2003 KSO dipercaya dalam melaksanakan verifikasi impor Nitro Cellulose dan Bis Bukan Baru, namun verifikasi Besi Baja dan Baja Canai serta Bis Bukan Baru berlangsung hingga akhir tahun 2004.
Berdasarkan hasil pelaksanaan verifikasi yang dinilai profesional dan dapat memberikan nilai tambah bagi pemerintah serta para pelaku usaha, maka KSO SCISI secara berkesinambungan dipercaya sebagai Surveyor pelaksana verifikasi impor beberapa komoditas dan jenis barang lainnya yaitu :
Tekstil dan Produk Tekstil, Nitro Cellulose, Beras, Garam, Prekursor, Gula, Keramik, Mesin Multifungsi berwarna, Mesin Fotokopi berwarna dan Mesin Printer berwarna, Limbah non B3, Produk Tertentu (Elektronika, Makanan dan Minuman, Alas Kaki, Mainan Anak, Pakaian Jadi, dan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan), Kaca Lembaran, Bahan Berbahaya (B2), Ban, Bahan Perusak Ozon (BPO), Hortikultura, Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld) dan Komputer Tablet, Semen Clinker dan Semen, Barang Berbasis Sistem Pendingin, Tekstil dan Produk Tekstil Batik dan Motif Batik, Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya dan Mutiara yang masih berjalan hingga saat ini.