FAQ




# Apa yang dimaksud dengan VPTI?

Penelitian dan pemeriksaan barang impor yang dilakukan oleh surveyor. Verifikasi Penelusuran Teknis Impor (VPTI) merupakan proses untuk mendapatkan dokumen Laporan Surveyor khusus untuk barang modal baru.

 

# Apa yang dimaksud dengan Laporan Surveyor?

Laporan surveyor adalah dokumen yang dibutuhkan sebagai dokumen pelengkap kepabeanan dalam proses custom clearance. Laporan Surveyor harus memuat pernyataan kebenaran atas hasil Verifikasi Penelusuran Teknis Impor (VPTI).


# Apa yang menjadi perhatian saat proses VPTI dilakukan?

Proses Verifikasi Penelusuran Teknis Impor (VPTI) meliputi:

- Negara muat dan pelabuhan muat.

- Post  tarif/HS code uraian barang.

- Nomor sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) untuk barang yang diberlakukan secara wajib, surat pemberitahuan atau surat persetujuan izin edar.

- Certificate of Analysis (COA).

- Waktu pengapalan.

- Pelabuhan tujuan.

- Dan masih ada lagi, sesuai dengan peraturan, komoditi dan HS Code.

 

# Bagaimana cara mengurus Laporan Surveyor?

Importir harus mengajukan Verification Request (VR) secara online melalui web Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI). Laporan Surveyor hanya dibuat untuk komoditi yang HS code-nya terkena regulasi Laporan Surveyor dari Pemerintah. Hal tersebut dapat dicek terlebih dahulu oleh  importir melalui web Indonesia National Single Window  (INSW: https://eservice.insw.go.id).


# Username dan Password VPTI?

Importir dapat mengajukan permohonan user name dan password untuk aplikasi Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI) melalui email data_importir@scisi.com cc  cs_kso@scisi.com dengan melampirkan dokumen perusahaan seperti berikut:

- Nomor Pokok Wajib Pakak (NPWP)

- Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

- Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)

- Angka Pengenal Impor (API)

- Atau Nomor Induk Berusaha (NIB)

Ukuran setiap email tidak lebih dari 3mb. Jika lebih, dokumen dapat dipisah/partial menjadi beberapa email.

 

# Seperti apa mekanisme pengurusan LS?

Importir melakukan pengiriman atau pengajuan Verification Request (VR) secara Online setelah mendapatkan User Login dan Password dari KSO Sucofindo Surveyor Indonesia.

Apabila VR yang diterima lengkap dan benar, KSO SCISI dalam waktu 1x24 jam akan menerbitkan Verification Order (VO) dan mengirimkan konfirmasi penerbitan VO kepada importir berikut dengan proforma invoice fee verifikasi sebesar 50% sesuai pengajuan sementara nilai barang yang tercantum dalam VR.

KSO SCISI akan mengirim VO tersebut kepada kantor cabang/perwakilan KSO di negara asal barang untuk diteruskan kepada eksportir. Dalam estimasi waktu 1x24 jam setelah diterimanya VO, kantor KSO SCISI LN akan mengirimkan RFI (Request for Information) kepada eksportir untuk diisi dan dilengkapi dengan dokumen penunjang kepentingan inspeksi seperti proforma invoice, detail packing list, dan keterangan teknis lainnya tentang produk terkait, berikut informasi tanggal kesiapan barang dan lokasi pemeriksan. Konfirmasi permohonan verifikasi fisik barang beserta dokumen penunjang disampaikan oleh eksportir kepada KSO SCISI.

Setelah dokumen lengkap dan benar dalam waktu 3x24 jam KSO SCISI LN akan memberikan jadwal verifikasi kepada importir.

Setelah proses verifikasi fisik di negara/pelabuhan muat selesai dan sesuai dengan dokumen pendukungnya, importir diwajibkan mengirim dokumen final kepada KSO SCISI melalui web (commercial Invoice, Packing List dan B/L atau AWB). Pengiriman dokumen final tersebut juga dilakukan oleh eksporter kepada KSO SCISI LN. Selanjutnya dalam estimasi waktu 2x24 jam KSO SCISI akan menerbitkan Laporan Surveyor sesuai dengan hasil verifikasi fisik yang dilakukan oleh KSO SCISI LN. Importir dapat download Laporan Surveyor melalui web VPTI setelah melakukan pelunasan invoice dari KSO SCISI.

 

# Apa tujuan dilakukan Verifikasi Penelusuran Teknis Impor (VPTI)?

Tujuan dari dilakukannya VPTI adalah sebagai berikut:

- Mencegah adanya ketidaksesuaian HS code.

- Memastikan kesesuaian antara dokumen perizinan dengan dokumen impor dan fisik barang.

- Menghindari masuknya barang yang tidak sesuai atau tidak memenuhi ketentuan.

 

# Bagaimana jika dokuem tidak sesuai dengan aktual barang (Discrepancy Report) ?

Pernyataan petugas terhadap ketidaksesuaian hasil verifikasi fisik dengan dokumen yang diajukan oleh eksportir. Jika ada ketidaksesuaian antaradokumen pengajuan dan aktual barang, KSO SCISI akan menginformasikan kepada importir untuk dikonfirmasi.


# Apa itu NNLS (Non Negotiable Laporan Surveyor)?

KSO SCISI akan menerbitkan NNLS apabila,

- Importir tidak me-upload final dokumen ke dalam web KSO SCISI dalam kurun waktu 30 hari setelah dilakukan verifikasi fisik.

- Barang yang sudah di verifikasi KSO SCISI tidak jadi diberangkatkan oleh eksportir/cancel order.

- Barang yang sudah di verifikasi oleh KSO SCISI LN ternyata merupakan barang yang tidak wajib Laporan Surveyor (Non VPTI).

- HS code aktual pada barang tidak support di dalam Persetujuan Import (PI).

- Ketidaksesuaian data.

 

# Bagaimana jika batang yang di impor tidak memiliki Laporan Surveyor?

Bagi barang yang memiliki HS code wajib LS, harus dilakukan verifikasi di negara/pelabuhan muat. Bagaimana Jika tidak? sesuai dengan peraturan yang berlaku barang tersebut harus di re- ekspor kembali ke negara/pelabuhan muat.


# Harmonized System Code (HS Code)

Harmonized System atau biasa disebut HS adalah suatu daftar penggolongan  barang  yang dibuat secara sistematis dengan tujuan mempermudah penarifan, transaksi perdagangan, pengangkutan dan statistik yang telah diperbaiki dari sistem klasifikasi sebelumnya. Saat ini pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan kepada Harmonized System dan dituangkan ke dalam suatu daftar tarif yang disebut Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Di Indonesia sendiri sistem penggolongan tersebut menggunakan sistem penomoran 8 digit dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI).


# Masa berlaku LS

Laporan Surveyor berlaku untuk 1 kali shipment, yang dimaksud 1 (satu) shipment adalah:

- 1 Verification Order (VO)

- 1 Importir

- 1 Eksportir

- Dapat Multiple Contract (beberapa invoice) dengan catatan 1 kali pemeriksaan di satu lokasi

- 1 Bill of Lading

- Selain untuk 1 kali shipment, bagi komoditi yang wajib PI LS berlaku sampai masa berlaku PI.


# Partial, Split dan Part OF

Partial shipment adalah pengapalan yang dilakukan lebih dari satu kali pengapalan terhadap satu Verification Order.

Split LS adalah adalah LS yang di split/dipecah menjadi lebih dari satu LS sesuai dengan jumlah FD yang diterima.

Part of Laporan Surveyor

Part of Laporan Surveyor terjadi apabila,

1. Part of terjadi apabila dalam satu shipment terdapat lebih dari satu VO;

2. 1 (satu) Invoice digunakan untuk lebih dari 1 (satu) VO, maka dalam LS yang diterbitkan akan ditambahkan keterangan "Part OFF" dibelakang nomor Invoice;

3. 1 (satu)  B/L  digunakan  untuk  lebih  dari  1  (satu)  VO,  maka  dalam  dalam  LS  yang diterbitkan akan ditampahkan keterangan "Part OFF" dibelakang nomor B/L.

 

Jika didalam invoice/BL terdapat barang campuran dengan yang non VPTI, maka LS yang terbit juga akan ditambahkan keterangan "Part OFF" dibelakang nomor invoice atau B/L.

 

 

 

 

# Customer Service

Apabila ada lain hal yang ingin ditanyakan kepada KSO SCISI, importir dapat menghubungi pelayan pelanggan pada kontak berikut

Call center       021-1500 576 ext 1 Mekanisme, ext 2 Payment.

WA                   081289260790 / 081287380700

Email               cs_kso@scisi.com cc cs-kso@scisi.com

Alamat              L'Avenue Building Lt. 8 & 9, Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 16, Pancoran, Jakarta Selatan 12870.