10 Dec
Impor Vaksin Covid-19 Dimulai, Pemerintah Yakin Ekonomi Segera Pulih

Dian Kurniati | Senin, 07 Desember 2020 | 13:53 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (tangkapan layar Youtube)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah menyebut kedatangan vaksin Covid-19 menjadi momentum untuk memulai proses vaksinasi sekaligus menyelesaikan berbagai masalah akibat pandemi.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan vaksinasi Covid-19 akan menciptakan rasa aman dan kepercayaan diri masyarakat melakukan aktivitas sosial ekonomi. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi juga akan pulih lebih cepat.

"Vaksinasi akan makin membangun rasa aman dan kepercayaan diri kita sebagai bangsa dalam melakukan berbagai aktivitas sosial ekonomi dalam mendukung ketahanan kesehatan, mendorong produktivitas, serta menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," katanya, Senin (7/12/2020).

Airlangga mengatakan saat ini pemerintah telah mengimpor 1,2 juta dosis vaksin Sinovac Life Science Corp. Ltd. Vaksin tersebut kini berada di gudang Bio Farma untuk proses evaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar memastikan aspek mutu, keamanan, dan efektivitasnya.

Selain itu, vaksin juga harus menjalani pemeriksaan oleh Majelis Ulama Indonesia untuk memperoleh fatwa halal sebelum disuntikkan kepada masyarakat.

Airlangga menilai proses impor dan vaksinasi akan berjalan secara bertahap. Menurutnya, proses vaksinasi Covid-19 akan memprioritaskan tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik yang telah diatur oleh Kementerian Kesehatan.

Pemerintah juga akan menerbitkan peraturan mengenai vaksinasi Covid-19 secara gratis oleh pemerintah maupun yang membayar secara mandiri. Ketentuan tentang perincian skema vaksinasi itu akan dirilis dalam 1-2 pekan mendatang.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berharap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dapat berjalan lancar dan tepat waktu sehingga pandemi bisa segera teratasi. Menurutnya, vaksinasi menjadi isu penting untuk memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat agar tetap sehat dan produktif secara sosial dan ekonomi.

"Kesehatan pulih dan ekonomi bangkit. Tetap ingat protokol kesehatan," ujarnya.

Saat ini, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2020 akan berkisar minus 0,6% hingga minus 1,7%. Sementara pada tahun depan, ekonomi ditargetkan mampu kembali tumbuh positif ke level 5%. (kaw)

(Sumber : ddtc.co.id)