13 Nov
Jaga Neraca Dagang, Regulasi Impor Barang Konsumsi Dinilai Wajar


Kebijakan pembatasan importasi barang konsumsi dinilai menjadi hal yang lumrah untuk melindungi produksi nasional.
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com10 November 2020  |  20:11 WIB



Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi berpandangan bahwa importasi barang konsumsi yang diregulasi oleh pemerintah di tengah pandemi merupakan hal yang lumrah, terlebih jika terjadi lonjakan impor yang tidak wajar.

Meski demikian, Fithra tak memungkiri jika  Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah soal birokrasi dalam penerbitan izin bagi pelaku usaha.

“Saya lihat ini langkah yang wajar karena kalau dilihat impor barang konsumsi ini ada yang kenaikannya bisa sampai ratusan persen. Negara lain pun akan melakukan hal serupa untuk mengendalikan. Tidak memblokir impor tapi lebih ke pengendaliannya,” kata Fithra kepada Bisnis, Selasa (10/11/2020).

Fithra mengemukakan lonjakan impor barang konsumsi yang berlebihan bisa berdampak buruk pada perekonomian. Adapun impor barang konsumsi berkontribusi 10,23 persen dari total impor dengan nilai US$10,6 miliar sepanjang Januari-September 2020 atau turun 9,36 persen dibandingkan dengan tahun lalu.