02 Nov
Jokowi Berharap Impor Gula Bisa Berkurang Dengan Pembangunan Pabrik di Bombana
IST
Prosesi peresmian pabrik gula PT Prima Alam Gemilang di Kabupaten Bombana di Sulawesi Tenggara oleh Presiden Jokowi, Kamis (22/10/2020).


Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi


Kamis, 22 Oktober 2020 17:45 WIB


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap, pembangunanan pabrik gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara bisa menopang pemenuhan kebutuhan gula di Tanah Air.

Sehingga, Indonesia bisa mengurangi impor gula.


"Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita," kata Jokowi saat meresmikan pabrik gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020).


Diketahui, saat ini kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 2,1 juta ton yang mampu diproduksi di dalam negeri.

Presiden Jokowi menambahkan, investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi.

Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.


"Ini adalah sebuah keberanian. Keberanian membuka sebuah investasi dan usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi," ungkap Jokowi.


Pengerjaan konstruksi pabrik gula yang diresmikan Presiden ini dimulai pada awal 2017 silam dan mulai berproduksi pada Agustus tahun 2020 ini.

Kapasitas pengolahan tebu yang mampu dilakukan pabrik tersebut ialah sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) yang mampu ditingkatkan hingga 12.000 TCD.

Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.


Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi


(Sumber : tribunnews.com)