06 Oct
Menko Luhut Sebut Presiden Setuju Industri Impor Garam Langsung

Senin, 5 Oktober 2020 | 15:19 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JAS

Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan. (Foto: Kemkomarves)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan setuju industri untuk makanan dan industri yang membutuhkan garam industri, bisa langsung melakukan impor garam dengan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. Keputusan tersebut diambil Jokowi pada saat rapat terbatas (ratas) tentang percepatan penyerapan garam rakyat di Istana Negara.

“Jadi tadi keputusan penting yang saya pikir mendasar dari Presiden. Presiden setuju bahwa industri-industri yang untuk makanan dan industri yang butuh garam industri, mereka mengimpor langsung. Dengan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian,” kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers seusai menghadiri ratas bersama Presiden Jokowi, Senin (5/10/2020).

Dicontohkannya, industri kaca membutuhkan garam, maka diizinkan untuk melakukan impor garam industri. Namun, bila industri kaca tersebut membocorkan garam impor ke pasar domestik (market), sehingga membuat harga garam rakyat turun, maka pemerintah akan langsung mencabut izinnya.

“Jadi misalnya, industri kaca dia butuh garam, dia impor. Kalau dia melanggar atau membocorkan ke market, membuat garam rakyat turun, ya izinnya dicabut,” tegas Luhut Pandjaitan.

Luhut Pandjaitan menerangkan Kementerian Perindustrian yang paling tahu data industri yang membutuhkan garam industri sekaligus data kebutuhan mereka. Karena itu, ia memerintahkan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang segera melakukan inventarisasi data industri dan data kebutuhan garam industri tersebut.

“Diinventarisasi oleh Pak Agus Gumiwang. Dan itu akan diterbitkan ke publik. Sehingga publik akan ikut awasi, benar enggak jumlahnya,” ujar Luhut Pandjaitan.

Izin gula impor bagi industri serta inventarisasi juga berlaku bagi komoditas gula. Industri pangan yang memerlukan gula diperbolehkan melakukan impor gula. Namun tidak boleh dipasarkan kembali ke pihak lain, sehingga menimbulkan permainan harga.

“Termasuk tadi gula. Gula pun yang nanti impor hanya industri pangan yang memerlukan gula. Jadi tidak lagi dari orang lain sehingga jadi permainan. Jadi industri makanan misalnya dia perlu gula, dia mengimpor. Mana saja industri makanan yang perlu gula Pak Agus yang paling tahu. Dan dia juga yang tahu jumlahnya berapa. Kalau dia nanti mengimpor dan menjual keluar itu nanti akan dicabut izinnya atau ada sanksi dari Kemenperin,” terang Luhut Pandjaitan.

Selain itu, lanjut Luhut, ratas juga membahas terkait teknologi untuk memproduksi garam yang juga bisa dilakukan dari PLTU. Teknologi ini dikembangkan oleh BPPT.

“Saya pikir bisa segera dilakukan. Termasuk garam terintegrasi yang di Muncar (Banyuwangi), yang akan dibuat teknologinya oleh Pak Bambang (Menristek Bambang Brodjonegoro). Menristek ini banyak menghasilkan teknologi akibat Covid-19, baik di industri farmasi atau industri ini,” terang Luhut Pandjaitan.

Lebih lanjut Luhut menegaskan adanya pandemi Covid-19 ini, pemerintah dipaksa melahirkan teknologi sehingga tidak tergantung pada impor. Dan Presiden sudah memerintahkan untuk segera dibuatkan format proyek percontohannya.

“Jadi sebenarnya dari sisi yang susah melihat Covid-19, kita ada melihat sisi baiknya, yakni kita dipaksa melahirkan teknologi sehingga tidak tergantung pada impor. Dan presiden memerintahkan tadi untuk kami membuat segera bagaimana formatnya, nanti dengan Menteri Agus Gumiwang dan nanti Bambang segera susun formatnya. Presiden juga segera meminta pilot project untuk industri garam,” papar Luhut Pandjaitan.

(Sumber : BeritaSatu.com)