20 May
Bulog Jamin Stok Gula Cukup Hingga Lebaran

19 Mei 2020

Bulog mendapat alokasi impor 50.000 ton gula kristal putih

Jakarta, IDN Times - Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, telah mendapatkan alokasi impor untuk 50.000 ton gula kristal putih.

Dari alokasi tersebut, sebanyak 21.800 ton gula telah masuk Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Priok. Pasokan tersebut pun telah disebar oleh Bulog sejak 5 Mei lalu.

"Memang dari kebutuhan kita 250.000 ton, kuota kita hanya 50.000. Sekarang sudah masuk 21.800 ton, Insyaallah cukup sampai lebaran," kata Tri melalui video conference, Senin (18/5).

1. Sisa alokasi impor gula akan masuk Juni 2020

Tri melanjutkan, sisa alokasi impor gula sebanyak 28.200 ton akan masuk pada minggu pertama Juni 2020. Sebab, negara asal gula impor tengah melakukan lockdown.

Karena itu, dia berharap agar BUMN lain yang juga ditugaskan mengimpor gula seperti RNI dan PT PPI, segera mendorong importasi gula agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

"Mudah-mudahan teman-teman BUMN lain seperti RNI, PT PPI ini segera juga masuk, karena mereka juga punya kuota yang sama," ucapnya.

2. Indonesia mengalami kekurangan pasokan, menjelang permintaan yang tinggi

Impor gula dilakukan karena saat ini Indonesia mengalami kekurangan pasokan di tengah permintaan yang tinggi menjelang lebaran.

Kekurangan pasokan dalam negeri ini disebabkan waktu panen tebu yang baru terjadi di akhir Mei hingga awal Juli.

"Yang biasanya giling di Maret-April, sekarang mungkin awal Juni. Jadi memang panen setelah lebaran, padahal kita butuh sebelum lebaran," ujarnya.

3. Harga rata-rata gula nasional di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)

Sebagai informasi, berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Nasional BPS, harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat (15/5), mencapai Rp17.400 per kilogram.

Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen yang dipatok sebesar Rp 12.500 per kilogram.

(Sumber : idntimes.com)