20 Mar
Pemerintah Prediksi Impor Bahan Baku Membaik Bulan Depan



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Bambang Adi Winarso memproyeksikan, aktivitas impor bahan baku dan barang modal akan perlahan membaik pada April. Sebab, produksi di China, termasuk Wuhan sebagai pusat industri, mulai berjalan kembali.

Bambang mengatakan, pengusaha juga sudah mulai mengetahui dan memetakan pemasok alternatif bahan baku dan barang modal, meskipun memang butuh waktu untuk melakukan substitusi. "Kita lihat dulu perkembangan bulan ini dan bulan depan, apakah sudah mulai lancar (arus impor)," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (17/3).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor bahan baku dan barang modal pada bulan lalu mengalami penurunan signifikan dibandingkan Januari 2020. Sementara pengiriman bahan baku ke Indonesia turun 15,89 persen menjadi 8,89 miliar dolar AS, barang modal lebih besar, yaitu kontraksi 18,03 persen menjadi 1,83 miliar dolar AS.

Penurunan juga terlihat apabila dibandingkan Februari 2019 atau secara year on year (yoy). Impor barang bahan baku turun 1,50 persen, sedangkan impor barang modal kontraksi 16,44 persen.

Bambang menyebutkan, penurunan impor kebutuhan industri pada Februari dikarenakan adanya pembatasan mobilitas di China, sehingga manufaktur dan logistik ikut terhambat. Tapi, kini, mobilitas sudah mulai bergerak walaupun belum signigikan.

Bambang mengakui, kondisi tersebut menghambat kinerja industri. Selain dari sisi impor, kinerja ekspor pun terhambat mengingat permintaan dari China ikut menurun seiring dengan kebijakan lockdown.

(Sumber: Republika)