22 Jan
Nekat Impor Barang Bekas Resiko Dimusnahkan Bea Cukai

1 jam lalu oleh Eka Buana Putra

Di Riau

Eka Buana Putra-Daerah, Pekanbaru

 

Ribuan kilo barang impor bekas yang telah disita bea cukai


HALUANRIAU.CO (PEKANBARU)- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tidak nekat impor barang bekas atau second. Jika tetap nekat, maka konsekuensinya barang tersebut bisa dimusnahkan. Hal ini sesuai dengan Permendag Nomor 48 Tahun 2015 tentang ketentuan umum di bidang impor.


“Aturan itu sudah lama, Permendag 48 itu aturannya dari Kementerian Perdagangan tahun 2015, dan memang dari dulu kalau bekas nggak boleh,” kata Kasubdit Komunikasi Bea dan cukai, Deni Surjantoro, akhir pekan kemarin.


Dalam aturan tersebut, Deni menjelaskan bahwa masyarakat bisa saja mengimpor barang bekas dan barangnya tidak ditahan oleh Bea Cukai. Masih sesuai Permendag Nomor 48 Tahun 2015 yaitu si pembeli harus mendapatkan izin yang menyatakan impor barang bekas.


Aturan ini juga berlaku untuk semua jenis, mulai dari kendaraan hingga action figure. Belakangan ini ramai dibahas mengenai aturan tersebut, salah satunya di Facebook. Pemilik akun bernama Sulthon Nur Rakman mengunggah foto action figure di dalam sebuah kardus dan menuliskan caption ‘balik lagi ke jepun kalian’. Dalam unggahan itu pun ada penjelasan mengenai Permendag Nomor 48 Tahun 2015.


Lebih lanjut Deni menjelaskan, dalam aturan tersebut intinya diwajibkan bagi setiap barang impor yang masuk ke Indonesia harus dalam keadaan baru. Adapun aturan ini berlaku untuk seluruh barang yang diimpor.


“Ya dia harus mengurus izin ke Kementerian Perdagangan kalau bekas. Jadi gini prinsipnya barang yang diimpor harus barang baru, kalau misalnya masukin barang yang bekas maka harus urus izin ke Kementerian Perdagangan,” ungkapnya.


Tindakan pemusnahan barang bekas yang diimpor juga akan melalui tahap penilaian Bea Cukai, terutama barang tersebut dilihat dari nilai ekonominya.


Menurut Deni, jika produk impor sudah menjadi BMN maka tindakan selanjutnya akan dinilai dari sisi ekonominya. Misalnya, jika yang tertahan mobil mewah, maka setelah penilaian bisa diputuskan untuk dilelang. Jika barang tersebut merupakan jenis berbahaya maka bisa dimusnahkan.


Ditembahkannya, barang bekas yang diimpor oleh masyarakat Indonesia seperti action figure masih bisa diterima asalkan si pembeli mendapatkan izin dari Kementerian Perdagangan.


“Ya dia harus mengurus izin ke Kementerian Perdagangan kalau bekas. Jadi gini prinsipnya barang yang diimpor harus barang baru, kalau misalnya masukin barang yang bekas maka harus urus izin ke Kementerian Perdagangan,” ungkapnya.


Sumber: detik.com/eka

(Sumber : haluanriau.co)