09 Jan
Indef Peringatkan Omnibus Law Dapat Perbesar Defisit Neraca Dagang

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ratna Iskana

8/1/2020, 11.09 WIB

Menurut Indef, Omnibus Law bakal mengubah izin ekspor dan impor yang berdampak pada neraca perdagangan.


omnimbus law, ekspor impor, neraca perdagangan Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA Suasana kegiatan ekspor dan impor di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara (28/6). Institute For Development of Economics and Finance (Indef) menilai Omnibus Law terkait ekspor impor bakal meningkatkan defisit neraca perdagangan.


Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law dapat memperlonggar izin impor dan ekspor. Dia pun menilai aturan tersebut dapat meningkatkan defisit neraca perdagangan.


Pasalnya, frekuensi perdagangan dapat menjadi tidak terkontrol dan tidak berkualitas. "Karena fokus Omnibus Law merupakan penyederhanaan perizinan berusaha, maka perlu hati-hati karena kegiatan ekspor dan impor akan berpotensi menjadi lebih longgar," kata Andry dalam sebuah diskusi, Selasa (7/1).


Andry pun meminta pemerintah untuk membuka skema perdagangan yang berkualitas di tengah peningkatan restriksi perdagangan di berbagai negara. Restriksi perdagangan, lanjut dia, perlu didukung untuk melindungi produk dan konsumen di dalam negeri.


Salah satu bentuk restriksi yang perlu didukung ialah Standar Nassional Indonesia (SNI) sebagai non-tariff measures. Terlebih lagi, masih banyak produk dalam negeri yang belum memenuhi standar SNI.


"Alhasil produk impor leluasa untuk masuk dan langsung head to head dengan produk Indonesia," ujar dia.


Di sisi lain, produk impor di Indonesia masih memiliki kualitas rendah. Akibatnya, konsumen Indonesia dirugikan lantaran tidak tersedianya SNI sebagai standar pada produk impor.


Oleh karena itu, Andry menilai RUU Omnibus Law seharusnya mengakomodir kepentingan konsumen. "Karena hal itu menjadi roh bagi Undang-Undang Perdagangan kita saat ini," ujar dia.


Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan juga akan dimasukkan dalam RUU Omnibus Law. Dalam beleid tersebut, salah satu aturan yang diperbaiki ialah terkait izin ekspor dan impor. Harapannya, kebijakan tersebut dapat meningkatkan perdagangan serta memperbaiki defisit neraca dagang Indonesia.


Reporter: Rizky Alika

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ratna Iskana

(Sumber : katadata.co.id)