02 Jan
Kurangi Impor, Kebutuhan Garam Industri Mulai Dipenuhi dari Dalam Negeri

Jumat, 20 Des 2019 - 18 : 03 WIB

 

Dirut PT Garam, Budi Sasongko (dari kiri), Wagub Jatim, Emil E. Dardak mendampingi Menristek RI, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dan Kepala BPPT, Hammam Riza saat peresmian. (Koinul Mistono/klikjatim.com)


KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Garam (Persero) terus didorong meningkatkan kebutuhan garam nasional. Khususnya dalam pemenuhan garam industri yang selama ini mengandalkan impor.


Rencananya kebutuhan impor garam industri 3,7 juta ton di Indonesia, sebagian akan mulai dipenuhi dari dalam negeri. Hal itu menyusul diresmikannya, commissioning pilot project (proyek percontohan, red) garam industri terintegrasi kapasitas 40 ribu ton per tahun oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (20/12/2019).


Diketahui bahwa proyek percontohan ini merupakan kerjasama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan PT Garam, yang memiliki nilai investasi sekitar Rp 27 miliar.


“Jadi tahapan pertama kita adalah mengurangi kebutuhan impor garam industri,” ujar Bambang.


Di sisi lain, masyarakat sebagai petani garam juga bisa terbantu. Karena ke depan garam-garam petani harus diserap oleh PT Garam dengan harga lebih baik.


Tentunya, melalui instalasi pabrik ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas garam petani. Sehingga dapat memenuhi standar kebutuhan pasar yang dapat dikonsumsi rumah tangga, maupun industri pengolahan makanan dan minuman.


Dia menjelaskan, impor dilakukan karena garam industri memang membutuhkan kualitas tinggi yang tidak bisa dipenuhi oleh garam rakyat. “Mudah-mudahan dengan commissioning pilot garam industri ini, kita semua mulai berfikir menyelesaikan permasalahan mulai dari akarnya,” harap teknokrat dari Universitas Indonesia ini.


Ke depan, PT Garam juga akan terus menambah lebih banyak mesin dan pabrik seperti ini. Tidak hanya di Jawa Timur, namun juga tersebar di berbagai tempat di Indonesia.


“Saya harapkan PT Garam juga terus bisa meningkatkan kualiats produknya,’ tambahnya.


Direktur Utama PT Garam, Budi Sasongko menegaskan, untuk kebutuhan garam nasional ditargetkan bisa terpenuhi dari dalam negeri sendiri. Sehingga pada tahun 2021, negara ditargetkan sudah tidak perlu impor lagi.


“Kami sebenarnya (target) tahun 2021 ini, harusnya sudah tidak impor. Karena pemenuhan kami untuk industri, paling tidak sudah 30 persen,” imbuhnya.


Sementara itu, Pemprov Jatim mengaku akan berkomitmen memperhatikan nasib para petani garam. “Intinya kami dari Pemerintah Provinsi akan tetap memperjuangkan nasib petani garam dan memaksimalkan kapasitas industri yang menyerap garam,” tambah Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. (nul/roh)


(Sumber : klikjatim.com)