03 Dec
Ini Potensi Ekspor Impor di Pelabuhan Patimban

Ahad 01 Dec 2019 16:45 WIB

Aktivitas pembangunan pelabuhan, terlihat dari kejauhan di bibir Pantai Patimban, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Ahad (5/5).

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih


Pelabuhan Patimban dapat mengurangi beban di Tanjung Priok.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menilai Pelabuhan Patimban, Jawa Barat dapat mengalihkan volume ekspor impir di Pelabuhan Tanjung Priok. Setijadi mengatakan cukup banyak potensi Pelabuhan Patimban untuk mengurangi beban di Tanjung Priok.


“Berdasarkan analisis SCI, sekitar 79 persen volume ekspor dan 84 persen volume impor yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok untuk industri di Jawa Barat,” kata Setijadi, Ahad (1/12).


Dia menjelaskan terutama volume ekspor dari wilayah Karawang sebesar 29 persen volume Tanjung Priok, Purwakarta delapan persen, dan Bandung enam persen. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga akan ada volume ekpor dari Bekasi sebesar 32 persen.


Sementara itu potensi volume impor untuk wilayah Karawang sebesar 36 persen yang bisa ditampung di Pelabuhan Patimban. Begitu juga impir di Purwakarta sebesar sembilan persen, Bandung enam persen, dan Bekasi sebanyak 23 persen.


Dengan begitu, Setijadi mengatakan volume ekspor impor melalui Pelabuhan Tanjung Priok bisa mencapai 65 persen volume nasional. “Maka efisiensi yang bisa diperoleh dengan keberadaan Pelabuhan Patimban berpotensi berdampak positif terhadap peningkatan efisiensi logistik nasional,” tutut Setijadi. 


Dia menambahkan Pelabuhan Patimban juga berpotensi penting dalam rencana pengembangan Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur) sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN). Pengembangan kawasan tersebt menurutnya sangat penting karena kontribusi ekonomi yang tinggi sekitar 15 persen dari industri nasional.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menargetkan pembangunan pelabuhan tersebut selesai dan dibuka tahun depan. “Progresnya ini bagus dan kita harapkan tahapan pertama nanti akan kita selesaikan pada Juni 2020,” kata Jokowi, Jumat (29/11). 


Untuk jangka panjang, Jokowi mengatakan pada 2027 Pelabuahan Patimban menjadi pelabuhan besar. Nantinya akan difungsikan untuk kegiatan ekspor industri otomotif dari Indonesia ke luar negeri.


“Kita ingin ini jadi sebuah hub besar untuk otomotif dan logsitik yang kita ekspor ke Australia, New Zealand, dan negara-negara ASEAN, semua berangkat dari Patimban ini," jelas Jokowi. 


(Sumber: Republika)