29 Nov
Sucofindo Siap Akreditasi PPIU

 

Rabu 27 Nov 2019 11:28 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Sucofindo

Sucofindo sudah menjadi lembaga sertifikasi sejak dulu


IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) menunjuk PT. Sucofindo (Persero) dan sepuluh lembaga lainnya menjadi Lembaga Akreditasi (LA) Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sucofindo menyampaikan pihaknya siap menjadi lembaga akreditasi atau lembaga sertifikasi PPIU karena sudah biasa melakukan sertifikasi.


Senior Manager untuk Sertifikasi Produk dan Sistem Mutu di Sbu Serco PT. Sucofindo (Persero), Mohammad Zakir mengatakan, Sucofindo sudah menjadi lembaga sertifikasi sejak dulu karena Sucofindo sudah punya lembaga sertifikasi sejak tahun 1994. Jadi bisnis sertifikasi ini sudah digeluti Sucofindo sejak lama.


"Untuk PPIU kita sudah cetak 30 lebih auditor (yang akan melakukan sertifikasi PPIU), itu ada di Jakarta dan beberapa daerah yang ada cabang-cabang kita jadi secara prinsip kita siap (menjadi LA PPIU)," kata Zakir kepada Republika, Selasa (26/11).


Ia menyampaikan, Sucofindo juga sudah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan prosesnya sangat panjang. Setelah Sucofindo dapat akreditasi dari KAN, selanjutnya ditunjuk oleh Kemenag menjadi LA PPIU. Jadi sebenarnya perangkat Sucofindo sudah siap menjadi lembaga sertifikasi atau LA PPIU.


Ia menegaskan, metode dan prosedur Sucofindo untuk melakukan sertifikasi terhadap PPIU juga sudah siap. Maka dalam waktu dekat Sucofindo akan melakukan sosialisasi kepada PPIU supaya mereka tahu proses sertifikasinya.


Zakir juga menyampaikan, berdasarkan peraturan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), PPIU harus tersertifikasi Biro Perjalanan Wisata (BPW). Karena perjalanan umrah adalah perjalanan wisata yang punya segmen khusus, jadi Kemeng juga membuat syarat PPIU harus tersertifikasi BPW. 


"Kami juga sudah banyak mensertifikasi BPW, jadi dalam waktu singkat ini yang tersertifikasi BPW itu kita approach untuk segera sertifikasi PPIU," ujarnya.


Zakir menjelaskan, proses sertifikasi PPIU awalnya lewat Kemenag untuk mendapatkan surat pengantar. Setelah mendapatkan surat pengantar dari Kemenag, selanjutnya PPIU memilih lembaga sertifikasi atau LA PPIU.


Ia juga menegaskan, Sucofindo akan melakukan proses sertifikasi sesuai Keputusan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU). Auditor Sucofindo akan mengaudit PPIU sesuai Keputusan Dirjen PHU. Pihak yang diaudit harus menunjukan bukti-buktinya.


"Jelas kita akan audit sesuai metode yang berlaku, harus ada bukti-buktinya untuk kita ambil kesimpulan apakah mereka (PPIU) kategorinya (nilainya) A, B atau C," jelasnya.


Zakir juga menyampaikan bahwa tantangan utama menjadi LA PPIU adalah kesadaran dari PPIU. Akreditasi atau sertifikasi PPIU harus dipahami sebagai program pemerintah yang penting untuk melindungi masyarakat secara umum. Jadi jangan sampai ada PPIU yang nakal, sementara PPIU yang bersih ikut kena getahnya.


Ia mengingatkan, masing-masing PPIU harus mempersiapkan diri agar kriterianya sesuai Keputusan Dirjen PHU. "Selebihnya kami sebagai lembaga sertifikasi sudah sangat terbiasa untuk melakukan sertifikasi ini, ini bukan masalah lagi, yang paling penting kemampuan auditor itu," jelasnya.