29 Nov
Impor Jawa Tengah Naik, Dominasi Mesin dan Tekstil

Taufik BudiRabu, 27 November 2019 - 22:10 WIB

 

Nilai impor di Jateng pada periode Januari-September 2019 sebesar USD6,579 miliar. FOTO/DOK.SINDOnews


SEMARANG - Nilai impor di Jawa Tengah (Jateng) pada periode Januari-September 2019 sebesar USD6,579 miliar. Jumlah itu naik 0,22% dari periode yang sama pada 2018 sebesar USD6,564 miliar.

Kenaikan impor Jateng pada 2019 didominasi oleh impor mesin, pesawat mekanik, dan peralatan listrik dengan total USD2,2 miliar. Setelah itu, impor tekstil, produk tekstil serta plastik dan barang dari plastik yang masing-masing menyumbang angka 22,14% dan 6,12%.

"Adapun negara tujuan impor Jateng didominasi dari Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo, Rabu (27/11/2019).

Sementara untuk ekspor nonmigas Jawa Tengah mengalami tren positif setiap tahunnya. Pada 2017, ekspor nonmigas Jateng tercatat USD7,2 miliar. Jumlah itu naik pada 2018 menjadi USD8,09 miliar atau naik USD863 juta.


"Sementara periode Januari-September 2019, ekspor nonmigas Jateng tercatat USD6,1 miliar. Naik 2% dibanding periode yang sama di 2018 yang hanya USD6,05 miliar," katanya.

Capaian ekspor tersebut telah mencapai 97.92% dari target tahun ini. Pihaknya optimistis, target ekspor 2019 dapat tercapai. Ekspor pada triwulan III 2019 didominasi oleh tiga produk unggulan. Yakni barang-barang dari kulit sebesar USD208,15 juta, alas kaki dan pakaian jadi bukan rajutan masing-masing 38,57% dan 7,89%.


Selain itu, tekstil dan produk tekstil (TPT) menyumbang USD2,6 miliar atau 47,85% dari total ekspor Jateng di 2019. Diikuti kayu dan produk kayu, perabot, penerangan rumah yang masing-masing menyumbang 10,92% dan 8,07%.


"Untuk negara tujuan ekspor, peringkat pertama masih diduduki Amerika Serikat dengan total ekspor USD2,08 miliar. Kemudian Jepang USD746,56 juta dan Tiongkok di urutan ketiga dengan total USD503,9 juta," kata dia.

(amm)

(Sumber : sindonews.com)