08 Oct
PRODUKSI GARAM : Target Diprediksi Tercapai

Juli Etha Ramaida Manalu | Senin, 07/10/2019 02:00 WIB


Bisnis, JAKARTA — Produksi garam rakyat tahun ini diperkirakan mampu mencapai target sebanyak 2,3 juta ton jika musim panen bisa terus berlanjut hingga akhir November. Adapun, produksi garam rakyat hingga akhir September 2019 baru mencapai 1,17 juta ton.


“Produksi per 30 September 2019 1,407 juta ton garam rakyat 1,171 juta ton dan produksi PT Garam 236.145 ton,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi kepada Bisnis, baru-baru ini.


Di samping produksi garam di atas, dia menyatakan saat ini masih terdapat 148.477 ton garam sisa produksi tahun lalu. Garam tersebut terdiri atas 146.404 ton garam produksi rakyat dan 2.073 ton produksi PT Garam.


Berdasarkan data tahun lalu, produksi garam rakyat memang berlangsung hingga November. KKP mencatat produksi garam pada November saja mencapai lebih dari 374.548 ton sehingga total produksi garam rakyat per 23 November 2018 mencapai 1,996 juta ton.


Angka ini terus bertambah sehingga total produksi garam rakyat sepanjang tahun lalu bisa mencapai 2,349 juta ton.


Sementara itu, Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) menyatakan belum semua garam bisa terdistribusi dari pihak petani ke pengguna atau industri pengolah. Hal ini lantaran minimnya sarana pengangkutan dari tambak atau gudang-gudang petani ke gudang-gudang besar di Surabaya.


Masalah transportasi ini pun diperparah dengan kondisi jalan di tembak yang kurang baik dan sempit.


Ketua APGRI Jakfar Sodikin menyebutkan dengan meningkatnya produksi garam, khususnya sepanjang September, pihaknya membutuhkan lebih banyak alat transportasi.


"Butuh agak banyak , tapi kita juga bingung menyediakan angkutan banyak, Januari sampai Juni angkutannya nganggur," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.


Selain itu, petani juga saat ini cenderung menahan penjualan. Menurut Jakfar, penahanan penjualan ini dilakukan dengan harapan adanya perbaikan harga garam setelah musim panen usai nanti.


Menurutnya, harga garam rakyat saat ini belum bergerak dari level Rp500 per kg untuk kualitas terbaik (K1) di collecting point.


Selain itu, pihaknya juga berharap rencana pemerintah untuk memasukkan kembali garam dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71/2015 tentang Barang Pokok dan Barang Penting bisa tuntas akhir tahun ini supaya pemerintah bisa mengatur harga pokok penjualan (HPP) garam lewat Peraturan Menteri Perdagangan.


"Jadi, harapan kami juga produksi ini sebagian yang disimpan bisa mendapatkan harga baru dengan harapan masuk di Perpres 71," tuturnya.


Editor : Lucky Leonard

(Sumber : bisnis.com)