• Sun, 21 April 2019
11 Apr
Impor bahan pangan masih dibutuhkan karena produksi kurang

Selasa, 09 April 2019

ILUSTRASI. ilustrasi daging impor

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.Impor bahan pangan baik itu dalam bentuk daging sapi maupun kedelai dan garam merupakan suatu keharusan. Pasalnya, produksi komoditas tersebut dalam negeri belum mencukupi untuk kebutuhan seluruh Indonesia.


Karena itu, sejumlah asosiasi pengusaha komoditas pangan menilai impor bahan pangan penting untuk memastikan stok pangan tersedia dalam negeri. Kendati begitu, impor yang berlebihan juga dinilai tidak tepat karena bisa menekan harga komoditas yang sama yang diproduksi dalam negeri.


Direktur Eksekutif Asosiasi Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring tidak mempermasalahkan jika pemerintah mengimpor daging sapi. Pasalnya produksi dalam negeri daging sapi nasional belum mampu mencukupi konsumsi kebutuhan secara nasional. “Ya udah pasti tidak (mencukupi) kurang,” kata Thomas, Selasa (9/4).


Senada dengan Thomas, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan, Gakoptindo sendiri mengimpor sebagian besar kedelai dalam memenuhi kebutuhan produksi tempe tahu. Yakni sekitar 2,5 juta ton impor dan 500.000 dari produk kedelai lokal.


Menurut Aip, harga kedelai impor saat ini berkisar Rp 6.900 – Rp 7.300 per kilogram (kg) dan kedelai lokal berkisar Rp 5.000 – Rp 13.000 per kg.


Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Garam Jakfar Sodikin bilang, hingga kuartal I 2019 penyerapan garam dari pabrikan ke petani garam sangat rendah, sehingga harga garam juga turun.


Menurut dia, kemungkinan penyerapan garam rendah karena adanya keputusan impor garam pemerintah sebanyak 2,7 juta ton untuk 2019 membuat penyerapan garam dari pabrikan ke petani rendah. “Rendahnya penyerapan itu sangat berpengaruh pada suplai dari garam itu sendiri,” ucap dia.


(Sumber: Kontan)