02 Apr
KINERJA KUARTAL I : Industri Mamin Diklaim Membaik

Annisa Sulistyo Rini Sabtu, 30/03/2019 02:00 WIB


Bisnis, JAKARTA—Pertumbuhan industri makanan dan minuman sepanjang kuartal I/2019 diklaim membaik dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Kondisi dalam negeri yang stabil menjadi pendorong kenaikan penjualan produsen mamin.


Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan berdasarkan laporan sementara dari beberapa anggota asosiasi, mereka menyebutkan kondisi awal tahun ini lebih baik dibandingkan awal tahun sebelumnya. Meskipun demikian, dia belum bisa memberikan angka pastinya.


"Walaupun belum pasti penyebabnya, tetapi jelas dirasakan. Menurut saya, ini mungkin karena situasinya stabil, tidak banyak gonjang-ganjing," ujarnya, belum lama ini.


Adapun, pada kuartal I/2018, berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, industri mamin tumbuh sebesar 12,70%. Pada awal tahun lalu, penjualan produk mamin olahan agak tersendat, karena selain masalah daya saing, terdapat juga kekhawatiran penerbitan aturan pajak.


Dirjen Pajak pada awal 2018 berencana mewajibkan pengusaha kena pajak nonritel untuk mencantumkan dalam faktur pajak elektronik nomor induk kependudukan (NIK) pembeli orang pribadi yang tidak memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Meskipun demikian, pada akhirnya aturan ini ditunda pemberlakuannya.


Menurut Adhi, rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran para pembeli sehingga ada yang mengurangi omzet dan pembelian produk mamin pada kuartal awal tahun lalu.


"Nah, untuk tahun ini tenang dan Menteri Keuangan sudah menginstruksikan tidak ada hambatan lagi seperti itu. Kami berterima kasih kepada pemerintah bisa menjaga situasi yang kondusif karena isu kecil saja bisa bikin orang ketakutan," jelas Adhi.


Sementara itu, Kementerian Perindustrian memproyeksikan pertumbuhan industri mamin bisa tumbuh sebesar 9,86% sepanjang tahun ini. Faktor pesta demokrasi lima tahunan pada April mendatang disebut menjadi booster tambahan selain puasa, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.


Adapun, pada 2018, sektor ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,25% secara tahunan. Industri makanan dan minuman telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu industri prioritas, terutama dalam penerapan industri 4.0, bersama empat sektor lainnya, yaitu tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronika.


Plt Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan peta jalan industri 4.0 yang telah dirilis oleh pemerintah akan membuat industri makanan dan minuman nasional mampu menjadi pemimpin di pasar makanan kemasan sederhana hingga medium di tingkat Asean pada 2025.


"Indonesia diproyeksi masuk dalam jajaran lima besar negara eksportir untuk industri makanan dan minuman di tingkat global pada 2030," katanya.


Sigit optimistis dengan implementasi industri 4.0, mampu meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman olahan nasional hingga empat kali lipat, dari target tahun ini sebesar US$12,65 miliar akan menjadi US$50 miliar pada 2025. (Annisa S.Rini)


Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

 

(Sumber : Bisnis.com)