27 Mar
TATA NIAGA BESI BAJA : Proteksi Menguat, Pengusaha Amankan Pasar Domestik

Yustinus Andri DP Selasa, 26/03/2019 02:00 WIB


Bisnis, JAKARTA — Meningkatnya proteksi terhadap produk besi dan baja di dalam negeri, membuat para pelaku sektor tersebut optimistis dapat meningkatkan pangsa pasarnya secara domestik.


Wakil Ketua Asosiasi Besi dan Baja (IISIA) Ismail Mandry mengatakan, potensi pasar di dalam negeri akan semakin terbuka lebar lantaran pemerintah telah menerbitkan sejumlah aturan baru guna melindungi besi dan baja yang diproduksi di dalam negeri.


“Kami optimistis pangsa pasar kita bisa meluas. Perkiraan kami utilitas di dalam negeri bisa meningkat hingga 80% dari saat ini yang hanya mencapai 40%,” ujarnya, Senin, (25/3).


Berdasarkan data IISIA, kapasitas terpasang produk besi dan baja di dalam negeri hampir mencapai 30 juta ton. Kapasitas terpasang tersebut terdiri dari produk rolling mill yang mencapai 15,5 juta ton, steel making sebesar 9,5 juta ton dan iron making sebanyak 4,5 juta ton.


Dia mengatakan, perlindungan dalam bentuk pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) sangat tepat. Pasalnya, saat ini masih cukup banyak produsen besi dan baja asing yang sengaja memberikan subsidi agar produknya bisa bersaing dari sisi harga di pasar internasional. Berdasarkan data BPS impor produk besi dan baja meningkat 69,26% secara tahunan menjadi US$6,44 miliar pada 2018.


Adapun, Kementerian Keuangan baru saja memperpanjang pengenaan BMAD terhadap impor besi baja bukan paduan produk H section dan I section dari China. Kebijakan itu tertuang dalam PMK No. 24/2019 tentang Pengenaan BMAD Terhadap Impor Produk H Section dan I Section dari China. Selain itu Kementerian Keuangan menerbitkan PMK No. 25/2019 tentang Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping terhadap Impor Produk Canai Lantaian dari Besi Atau Baja Bukan Paduan dari China, India, Rusia, Kazakshtan, Belarusia, Taiwan, dan Thailand.


Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk. Silmy Karim optimistis perpanjangan MAD terhadap produk besi dan baja dari beberapa negara itu akan menekan impor komoditas tersebut.


“Dua kebijakan ini bagus sekali untuk industri dalam negeri, karena semakin banyak instrumen perlindungan yang bisa kami gunakan,” jelasnya. Dengan adanya kebijakan tersebut, produksi besi dan baja Krakatau Steel diyakini tumbuh 20%—30% tahun ini. (Yustinus Andri)


Editor : Wike Dita Herlinda

(Sumber : Bisnis.com)