• Sun, 21 April 2019
11 Feb
Enggar Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Diapresiasi Negara Lain

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 05:42 WIB

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meyakini capaian pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,17 persen bakal diapresiasi negara mitra dagang Indonesia. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)

 

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meyakini capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen pada tahun lalu akan mendapatkan apresiasi dari negara lain, terutama mitra dagang Indonesia. Capaian tersebut, menurut dia, membuktikan bahwa Indonesia berhasil menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak ketidakpastian global.

"Dalam pembicaraan (dagang) mereka (mitra dagang) selalu dalam opening remarksnya (kata sambutan) memberikan apresiasi kepada Indonesia," kata Enggar di kantor Pusat Mayora Indah, Rabu (6/2).

Enggar melanjutkan pemerintah tetap membangun optimisme atas laju pertumbuhan ekonom meski beberapa lembaga internasional seperti IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

"Kami meyakini dengan berbagai parameter yang ada, maka kami bisa mencapai apa yang sudah menjadi target yang sudah disampaikan oleh presiden dan juga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Rusia untuk Indonesia He Lyudmila Vorobieva menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi. Sebagai mitra dagang Indonesia, Lyudmila mengungkapkan Rusia memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang sedikit lebih rendah dari Indonesia.

Ia juga berharap dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bisa mendorong kerjasama dagang dua negara.

 

"Pertumbuhan yang begitu yakin dan berkelanjutan bisa memberi kesempatan atau dasar untuk meningkatkan hubungan ekonomi ekspor impor," terangnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 sebesar 5,17 persen. Capaian itu lebih tinggi dari capaian tahun lalu sebesar 5,07 persen, tetapi jauh di bawah target APBN yang dipatok 5,4 persen. (ulf/agi)

Sumber: CNN