• Sun, 21 April 2019
16 Jan
TARGET KINERJA 2019 : Produksi Gula Terus Dipacu
Pandu Gumilar Selasa, 15/01/2019 02:00 WIB

JAKARTA—Kementerian Pertanian menargetkan produksi gula nasional tahun ini mencapai 2,45 juta ton seiring dengan rencana beroperasinya sejumlah pabrik baru serta potensi penambahan luas tanam tebu di luar Jawa.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang mengaku masih optimistis target tersebut dapat tercapai meskipun lahan tanam tebu pada tahun lalu menyusut jika dibandingkan dengan 2017.

" ada beberapa pabrik gula baru dan dukungan kami dalam hal perbenihan buat kebun rakyat di Sulawesi Tenggara, Makkasar dan Nusa Tenggara Barat," katanya pada Senin (14/1).

Berdasarkan data Ditjen Perkebunan telah terjadi penyusutan lahan perkebunan tebu 425.617 hektare pada 2017 menjadi 413.432 hektare pada 2018. (lihat grafis)

Kendati demikian, menurut Bambang bukan berarti peningkatan produksi tidak mungkin terjadi. Pasalnya, ada sejumlah potensi penambahan produksi dari pabrik gula baru yang data lahan tanamnya belum tercatat.

"Luas tanam overall cuma 413.000 hektare yang eksisting, tetapi ada tambahan industri gula baru yang belum terdata dan masuk hitungan. Mereka sudah tanam. Potensi tambahan cukup besar tapi masih menunggu pabrik beroperasi," katanya.

Bambang mengatakan ada tiga pabrik yang tahun ini akan melakukan giling perdana yakni PT Pratama Nusantara Sakti di Ogan Kemiring Ilir, Sumatera Selatan, PT Cakra Bombana Sejahtera di Bombana, Sulawesi Tenggara dan PG Rejoso Manis Indo di Blitar, Jawa Timur. Ketiga pabrik tersebut berkapasitas masing-masing 6.000 ton - 8.000 ton cane per day (TCD).

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian Agus Wahyudi menambahkan, pada 2017 produksi gula nasional 2,14 juta ton dengan rendemen tebu 7,6 ton/ha dan pada 2018 produksi gula mencapai 2,17 juta ton dengan rendemen tebu 7,7 ton/ha.

Dia optimistis angka tersebut akan meningkat tahun ini pasalnya cuaca diperkirakan bagus dan rendemen juga membaik. "Bongkar ratoon akan tetap kita dorong. Tahun ini sedang kita revisi untuk kita naikkan," katanya.

Agus pun menambahkan ada potensi tambahan areal tanam sekitar 5.000 hektare, sehingga total luas tanam tebu bisa menjadi sekitar 430.000 hektare.

“Areal di Jawa memang tertekan jadi minat petani untuk tanam tebu tambahan masih kurang. areal 2019 kemungkinan dari areal eksisting di 2018, ditambah pabrik baru," katanya.

RELATIF BERAT

Dihubungi secara terpisah, Executive Vice President PTPN Holding Aris Toharisman mengatakan untuk mencapai produksi gula 2,45 juta ton tahun ini akan sulit. "Potensi tercapainya agak berat, kemungkinan hanya 2,2 jt ton. Banyak tebu petani yang tidak dipelihara dengan baik karena kesulitan biaya," katanya, Senin (14/1).

Adapun, untuk produksi tahun ini perseroan menargetkan dapat menghasilkan gula sejumlah 1,35 juta ton atau setengah dari total produksi nasional. Dia mencatat, produksi daripabrik gula BUMN pada 2018 sebanyak 1,19 juta ton, yang berasal dari luas area tebu 227.900 hektare dengan 40 pabrik gula yang beroperasi.

“Sementara itu, produksi gula BUMN 2019 sesuai RKAP direncanakan sebanyak 1,35 juta ton yang berasal dari area tebu yang bertambah menjadi 236.700 hektare dengan 37 PG yang beroperasi," kata Aris.

Aris menambahkan hasil tahun lalu didapatkan dari produksi tebu sebanyak 870.000 ton, sedangkan produksi tebu tahun ini diperkirakan mencapai 1,06 juta ton.

Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Agus Pakpahan menilai target 2,45 juta ton bisa saja tercapai apabila rendemen ditingkatkan.

"Kalau bisa mencapai rendemen rata-ratanya 9%, maka dengan 413.000 hektare, produksi tebu 80 ton/ha serta rendemen 9% bisa dihasilkan 3 juta ton lebih. Namun, untuk mencapai rendemen 9%, data menunjukkan itu hal yang sulit tercapai," katanya.

Semua itu, kata Agus, kembali lagi pada kesiapan produksi tebu di kebun. Pasalnya berdasarkan data tahun 2010 sampai dengan 2016, luas kebun tebu di luar jawa meningkat tetapi produksi gula di lokasi tersebut justru menurun.

Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Sumber: Bisnis