• Fri, 22 February 2019
16 Jan
Neraca Dagang Menuju Hattrick Defisit, Rupiah Terlemah Asia
Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia

14 January 2019 14:34

Ilustrasi Aktivitas di Pelabuhan (CNBC Indonesia/Anastasia Arvirianty)

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan kembali mencatat defisit pada Desember 2018. Jika ini terjadi, maka neraca perdagangan tekor sepanjang kuartal IV-2018 sehingga nasib transaksi berjalan (current account) menjadi terancam. 

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data perdagangan internasional pada esok hari. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor tumbuh 1,81% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kemudian impor tumbuh lebih cepat yaitu 6,345% YoY, dan neraca perdagangan defisit US$ 968 juta.
 

Institusi

Pertumbuhan Ekspor (%YoY)

Pertumbuhan Impor (%YoY)

Neraca Perdagangan (US$ Juta)

CIMB Niaga

-

-

-1,000

ING

0.1

6.3

-2,010.20

Moody's Analytics

-

-

-1,020

Barclays

-2.5

1

-750

BCA

3.8

6.8

-690

Bahana Sekuritas

1.99

9.7

-1,390

Bank Permata

1.95

4.75

-668

Maybank Indonesia

-5.33

1.43

-1,228

Danareksa Research Institute

3.39

7.94

-914

Bank Mandiri

1.67

6.39

-936

MEDIAN

1.81

6.345

-968

 
Proyeksi pasar menunjukkan aktivitas ekspor yang lebih baik dibandingkan November 2018. Kala itu, ekspor tercatat terkontraksi atau minus 3,28% YoY. Akan tetapi, perbaikan tersebut masih sangat terbatas.

Sedangkan impor diperkirakan melambat dari 8,79% YoY pada November. Sedangkan neraca perdagangan membaik karena pada November mencatat defisit US$ 2,05 miliar. 

Apabila neraca perdagangan Desember kembali defisit, maka akan terjadi hattrick. Ini akan memunculkan pertanyaan, bagaimana nasib transaksi berjalan kuartal IV-2018?

 

Sumber: CNBC