• Sun, 21 April 2019
16 Jan
BPS: Impor Desember Turun 9,60% Jadi USD15,28 Miliar
Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 11:57 WIB

Ilustrasi BPS (Foto: Okezone)


JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data impor per Desember 2018 mencapai USD15,28 miliar. Laju impor ini mengalami penurunan 9,60% bila dibandingkan dengan November 2018 yang sebesar USD16,91 miliar.

Sementara bila dibandingkan dengan realisasi impor pada Desember 2017 yang sebesar USD15,1 miliar, maka terjadi peningkatan sebesar 1,16%.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan dari laju impor ini didorong terjadinya penurunan impor migas maupun non migas.

Di mana sektor migas turun sebesar 31,45%, yakni dari USD2,87 miliar pada November menjadi USD1,97 miliar pada Desember 2018. Sedangkan impor non migas turun 5,14%, yakni USD14,04 miliar di November menjadi USD13,31 miliar di Desember 2018.

"Yang menyebabkan penurunan impor adalah migas yang turun tajam, sementara non migas juga turun tetapi lebih landai," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Pria yang akrab disapa Kecuk tersebut juga menyatakan, pada komoditas non migas yang mengalami peningkatan impor terbesar yakni, buah-buahan sebesar USD69,8 juta, lalu besi dan baja USD52,9 juta, pupuk USD47,9 juta, senjata atau amunisi USD41,7 juta, dan kapal terbang dan bagiannya USD39,3 juta.

"Seperti diketahui pada saat Natal dan Tahun Baru konsumsi buah-buahan tinggi untuk parcel dan lain-lain, itu impor tertinggi ada anggur dan apel," jelasnya.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan impor terendah yakni gula dan kembali gula sebesar USD57,1 juta, perhiasan atau pertama USD63,8 juta, kendaraan dan bagiannya USD111,3 juta, plastik da barang dari plastik USD134,5 juta, dan bahan kimia organik USD174,4 juta.

Sumber: Okezone