• Wed, 12 December 2018
16 Nov
Pasar Induk Cipinang Janjikan Harga Beras Medium Stabil

Kamis 15 Nov 2018 13:20 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Indira Rezkisari

Harga beras medium melambung tinggi dalam satu hari. Stok beras medium yang terus menipis dan langka membuat pedagang menaikkan harga. Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (13/11).

Foto: Republika/Muslim AR

Lonjakan harga beras medium diperkirakan tidak terjadi di akhir tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Food Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi menjanjikan harga beras medium menjelang akhir tahun akan stabil dan tidak terjadi lonjakan. Arief mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menjaga stok harga di akhir tahun.

Arief mengakui adanya kenaikan harga beras medium atau IR643 pada pekan kedua November 2018 ini. Harga beras IR643 naik seharga Rp 9.225 per kilogram dari sebelumnya Rp 8.700 per kilogram. Mengatasi hal tersebut, Areif Prasetyo menyatakan akan segera menambah stok.

"Akan segera kita gelontorkan," ujarnya usai rapat koordinasi bersama Bareskrim Polri di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/11).

Pasar Induk Cipinang juga sudah sepakat dengan operasi pasar yang dikoordinasikan oleh Food Atation bersama Satgas Pangan dan pemangku kebijakan lainnya. Operasi pasar menargetkan tidak adanya pelanggaran penimbunan pada cadangan beras pemerintah.

Arief Prasetyo, mengatakan saat ini Pasar Induk Cipinang memiliki stok 50 ribu ton beras. Jumlah sebanyak itu masih menunjukkan batas stok beras yang sangat aman. Adanya kenaikan menurut Arief karena panen di akhir tahun merupakan panen beras kualitas di atas medium.

"Hanya, karena di akhir tahun ini panennya panen yang baik kualitas berasnya jadi patahannya sedikit bergeraknya ke medium up sehingga harganya lebih tinggi. Kita perlukan bantuan dari Bulog untuk mengguyur beras medium yang harganya baik," ujar dia.

(Sumber : Republika.co.id)