• Wed, 24 October 2018
05 Oct
Rupiah Melemah, Harga Makanan Minuman Berbahan Baku Impor Belum Naik

Rabu 03 Oktober 2018 - 13:22

Mie Instan asal Korea di Alfamart. (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)

Produk makanan minuman yang berbahan baku impor terkena dampak dari pelemahan rupiah. Namun pengusaha menegaskan tidak akan menaikkan harga dalam waktu dekat.

"Kebanyakan kalau perusahaan besar atas permintaan pemerintah kita sementara tidak naik harga dulu," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman saat ditemui di acara Asean Food and Beverage yang digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/10).

Dijelaskan Adhi, bahan baku makanan dan minuman (mamin) memang mayoritas masih impor. Adhi menyebut sekitar 70 persen bahan baku untuk produksi makanan dan minuman harus didatangkan dari negara lain. Sehingga saat terjadi gejolak rupiah seperti sekarang, maka akan berpengaruh terhadap biaya produksi.

"Perkiraan saya akan berpengaruh terhadap harga pokok sekitar 3 sampai 5 persen tergantung dari formula masing-masing perusahaan," imbuhnya.

Dengan gejolak nilai tukar rupiah yang sudah menembus Rp 15.000, pengusaha lebih memilih untuk memangkas margin keuntungan. Cara ini setidaknya dilakukan hingga akhir tahun 2018 ini sambil melihat pergerakan nilai tukar rupiah.

"Cuma yang menjadi tantangan adalah profit dari perusahaan pasti menurun," sebutnya.

 Berbeda dengan perusahaan besar, unit usaha makanan minuman level menengah ke bawah seperti UMKM justru lebih memilih untuk menaikkan harga produk. Alasannya sederhana, modal mereka terbatas dan tidak mau usahanya rugi besar.

"Daya tahannya rendah begitu bahan baku naik mereka mau enggak mau menjadi naik sehingga saya lihat di yang kecil-kecil kalau enggak ukurannya dikecilkan atau harga langsung dinaikkan," jelasnya.

Sumber: Kumparan