• Wed, 24 October 2018
18 Sep
Impor Bengkak 25% di Agustus, Ini Daftar Barang-barangnya
 

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia 17 September 2018 13:25

Foto: Ilustrasi Emas (REUTERS/Leonhard Foeger)

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Melonjaknya impor menjadi salah satu biang kerok neraca perdagangan Indonesia di Agustus 2018 kembali mengalami defisit.

Pada Agustus 2018, defisit neraca perdagangan mencapai US$ 1,02 miliar atau jauh lebih parah dari konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memproyeksikan defisit hanya US$ 645 juta.

Angka defisit tersebut tak lepas dari kinerja impor yang jauh lebih tinggi dari kinerja ekspor. Pada Agustus 2018, kinerja ekspor Indonesia hanya mencapai US$ 15,82 miliar, sementara kinerja impor mencapai US$ 16,84 miliar.


Berdasarkan data BPS, impor konsumsi mencapai US$ 1,56 miliar atau tumbuh 30,21% (yoy), bahan baku penolong US$ 12,66 miliar, tumbuh 24,58% (yoy), dan barang modal US$ 2,62 miliar, tumbuh 21,92% (yoy).


Bagaimana rinciannya? Berikut 5 barang-barang impor terbesar selama Agustus 2018

 

Barang Konsumsi

  • Gabah giling dan setengah giling US$ 148,1 miliar
  • Tulang hewan beku US$ 54 miliar
  • Bawang putih US$ 44,1 miliar
  • Mesin pendingin US$ 40,6 miliar
  • Anggur segar US$ 35,7 miliar

Bahan Baku Penolong

  • Emas batangan US$ 289,3 miliar
  • Bagian alat transmisi US$ 232,8 miliar
  • Kacang kedelai yang dihilangkan lemaknya US$ 229 miliar
  • Gula mentah dari gula tebu US$ 150,3 miliar
  • Gandum tanpa kulit US$ 137 miliar

 

Barang Modal

  • Sekop mesin US4 93,3 miliar
  • Mesin genset berkapasitas 10.000 KVA US$ 86 miliar
  • Laptop, termasuk notebook US$ 78,3 miliar
  • Turbin uap US$ 66,1 miliar
  • Kendaraan bermotor pengangkut US$ 63,2 miliar

 

Sumber: CNBC