• Tue, 20 November 2018
14 Sep
PUSAT LOGISTIK BERIKAT : Airin Akan Operasikan PLB Awal 2019

Akhmad Mabrori Rabu, 12/09/2018 02:00 WIB

PT Indonesia Air & Marine Suply (Airin), penyedia jasa layanan logistik terpadu di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.


JAKARTA — PT Indonesia Air & Marine Suply menargetkan pengoperasian pusat logistik berikat di Cikampek, Karawang, Jawa Barat pada awal 2019 untuk mendukung bisnis logistik anak usaha PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB) itu.

Direktur Utama PT Indonesia Air & Marine Suply (Airin) Rudolf Valintino Bey mengatakan pendirian pusat logistik berikat (PLB) itu bekerja sama dengan PT Jasa dan Kepariwisataan Jawa Barat (Jaswita Jabar) yang merupakan BUMD Jawa Barat.

Menurutnya, kerja sama penyiapan dan pengoperasian lahan PLB Airin seluas 1,5 hektare di Cikampek itu telah dilakukan di Bandung pada Senin (10/9).

“Kerja sama itu melalui pola build operate and transfer serta diharapkan pada 6 bulan ke depan fasilitas PLB itu sudah beroperasi,” ujarnya kepada Bisnis.

Dari total 1,5 hektare itu, dia memaparkan seluas 6.000 m2 akan digunakan untuk area pergudangan sedangkan sisanya merupakan lapangan penumpukan. Selain itu, dia akan menyiapkan fasilitas perkantoran untuk petugas Bea dan Cukai serta layanan bagi pelanggan PLB.

Rudolf menyebutkan fasilitas PLB Airin itu diarahkan menampung kargo jenis suku cadang dan alat berat, serta mendukung operasional Pelabuhan Patimban.

“Kerja sama itu melalui pola built off transfer selama 20 tahun dan diharapkan pada 2019 fasilitas PLB sudah beroperasi,” katanya.

Direktur Utama DKB Wahyu Suparyono menyatakan kerja sama Airin dan Jaswita Jabar sesuai dengan arahan sinergi antaranak usaha BUMN dan BUMD.

“Ini merupakan sinergi yang bagus dan sudah lumrah dengan mengutus anak perusahaan BUMN dan BUMD untuk mengoptimaliasi potensi masing-masing guna mendorong kekuatan dan pertumbuhan ekonomi wilayah setempat,” kata Wahyu.

Menurutnya, DKB selaku induk perusahaan akan terus mendukung Airin dalam melakukan pengembangan bisnis logistik dalam upaya turut mendongkrak Indeks Performa Logistik atau Logistic Performance Indeks (LPI) Indonesia versi Bank Dunia.

“Kami optimistis dengan langkah strategis menyiapkan fasilitas PLB ini bisa menyukses­­­kan program pemerintah mengefisienkan logistik nasional,” paparnya.

Sebelumnya, Airin telah meng­­­operasikan fasilitas dermaga di kawasan Kabil Batam Kepulauan Riau untuk layanan bongkar muat compressed natural gas (CNG).

Belum lama ini, anak usaha DKB itu juga menambah fasilitas gudang baru seluas 3.670 m2 untuk mendukung aktivitas layanan jasa logistik dan pergudangan kargo umum di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Fasilitas gudang yang terletak di Jalan Sindang Laut, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, itu, dibangun dengan dana internal Rp5,5 miliar untuk pengerasan lahan dan perbaikan gudang.

Direktur Utama PT Jaswita Jabar Ade Dikdik Isnandar menambahkan menyambut positif kerja sama tersebut.

“Harapannya dengan adanya fasilitas PLB itu bisa lebih mendongkrak perekonomian Jabar saat ini melalui sektor logistik,” ujarnya.

Nantinya, Ade berharap pengelolaan bisnis fasilitas PLB itu bisa memberikan benefit bagi kedua belah pihak.

PLB merupakan gudang logistik multifungsi yang digunakan oleh importir dan eksportir untuk menyimpan barang–barang yang berasal dari luar wilayah pabean Indonesia.

Berdasarkan catatan Bisnis, sudah terdapat 59 fasilitas PLB yang beroperasi di 81 lokasi di seluruh Indonesia atau melonjak hampir 10 kali lipat saat diresmikan 2 tahun lalu yaitu sekitar 11 PLB di 11 lokasi.

Wilayah yang paling banyak sebarannya antara lain Jawa (DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur) yang merupakan sentra Industri, diikuti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi (Makassar), Bali, dan Papua.

Editor : Hendra Wibawa

 

(Sumber : Bisnis.com)