• Sat, 22 September 2018
11 Jul
Dirjen Oke Nurwan Teliti Penyebab Defisit Impor Sepanjang 2018 Ini

Selasa, 10 Juli 2018

JAKARTA –  Dirjen Perdagangan Luarnegeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengisyaratkan defisit neraca perdagangan nasional sepanjang 2018 bukan melulu dari instansinya di antara 11ribu jenis barang impor.

“Kami hanya mengurusi 11% dari 48% instansi pemerintah. Sisanya, 52% itu diurus swasta berupa B to B (bisnis),” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/7). “Kami masih meneliti penyebab defisit tersebut bulan per bulan (M to M) sepanjang tahun ini.”

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut neraca perdagangan Indonesia defisit 1,31 milyar dolar Amerika (USD) sepanjang Januari-April 2018 dipicu meningkatnya impor yaitu selisih defisit 3,81 milyar USD untuk migas & surplus 2,5 milyar USD untuk sektor non-migas.

Sementara Kemendag membukukan impor periode Januari-April 2018 dengan Larangan-Pembatasan (Lartas) senilai 24,69 milyar USD yang masuk melalui border & postborder serta Non-Lartas sebesar 35,43 milyar USD.

Keduanya mengalami kenaikan pada periode sama 2017 masing-masing Lartas 11,23% dan Non-Lartas sebanyak 25,55%.

Kenaikan tertinggi impor melalui border dialami Barang Konsumsi (BK) sampai 83,49% dibanding Barang Modal (BM) sebanyak 13,42% atau Bahan Baku Penolong (BBP) yang hanya 8,72%. Adapun impor melalui Post-Border BK yang 16,53% disalip BM (33,20%) dan BBP (36,31%). Sementara impor Non-Lartas, kenaikan tertinggi dialami BM sebanyak 30,77% diikuti BBP (24,70%) dan BK yang 24,25%.

Jenis BK di antaranya bahan pokok pangan, tekstil, pistol, kendaraan angkutan umum, hingga alat kecantikan. Jenis BBP seperti minyak mentah, komponen pesawat udara., alat pemancar, hingga emas batangan. Sedangkan jenis BM di antaranya kontainer pengangkutan, laptop, alat berat, mesin mekanis, sampai mesin data dan pompa vakum.

Sumber: Poskotanews.com