• Tue, 20 November 2018
29 Jun
Masih banyak yang ajukan impor gula mentah, kuota semester I bisa terpenuhi

Rabu, 27 Juni 2018

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana perubahan skema impor gula mentah untuk kebutuhan industri masih dalam bentuk wacana. Pasalnya, realisasi impor gula mentah semester I-2018 belum diaudit sepenuhnya sehingga masih ada potensi angka impor bisa mencapai kuota yang diberikan Kementerian Perdagangan sebesar 1,8 juta ton.


Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan, data realisasi impor gula mentah sebesar 1,3 juta ton merupakan angka per 15 Mei 2018. Sedangkan data Juni masih belum terkumpul karena izin impor masih banyak yang digulirkan.


Artinya, masih ada potensi realisasi impor pada semester I-2018 bisa memenuhi kuota impor yang diberikan oleh Kemdag. Namun demikian, Oke enggan merinci apakah realisasinya bisa mencapai ataupun melebihi ketentuan.


"Angka rincinya harus lihat dulu, tapi masih ada banyak yang mengajukan impor sampai 30 Juni dan mereka cepat-cepat direalisasikan karena terkait kinerja di Semester dua," kata Oke saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (27/7).


Memang, bila mengacu pada situs Inatrade atau layanan perizinan di bidang perdagangan secara elektronik yang dimiliki Kemdag, per Senin (25/6) terdapat dua perusahaan yang mengajukan izin impor gula kristal mentah melapor. Kedua perusahaan itu adalah Cheil Jedang Indonesia dan Ajinex Internasional. Artinya, impor gula mentah masih terus berlangsung dan audit bulan Juni 2018 belum berakhir.


Tak hanya itu, Oke menambakan proses mengubah skema impor yang sudah disetujui pada Maret 2018 lewat Rapat Koordinasti Terbatas (Rakortas) bakal memakan waktu lama, hal ini meningkatkan potensi perubahan skema impor menjadi usulan semata.


Sekadar mengingatkan, sebelumnya industri yang berhubungan dengan komoditas gula sempat khawatir saat informasi realisasi impor gula mentah terbaru pada semester I-2018 baru mencapai 1,3 juta ton. Realisasi tersebut jauh di bawah kuota impor semester I yang sebesar 1,8 juta ton.


Keresahan terjadi saat Kemdag menyatakan berpotensi merevisi rekomendasi impor gula mentah yang bakal mereka keluarkan pada semester II-2018. Sebelumnya izin impor ditargetkan bakal sama dengan izin semester I yakni 1,8 juta ton.


Tahun ini, Kemdag telah mengeluarkan izin impor gula mentah dengan kuota sebesar 3,6 juta ton yang dibagi untuk dua semester. Angka ini berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian yang melihat kebutuhan gula mentah tahun 2018 berpotensi naik 6%.

(Sumber: Kontan)