• Wed, 24 October 2018
08 Jun
Beras Renceng Bulog Sudah Mulai Didistribusikan ke 4 Divre

06 Juni 2018 13:56 WIB

Oleh : Rayful Mudassir

Pekerja mengisi beras kedalam karung di Gudang Bulog Divisi Regional Riau - Kepulauan Riau di Pekanbaru, Riau, Rabu (18/4/2018). - ANTARA/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAKARTA – Perum Bulog menargerkan distribusi beras sachet pada tahap awal dapat tersalurkan di empat divisi regional perusahaan tersebut hingga Juli – Agustus 2018.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo mengatakan perusahaan plat merah itu menargetkan distribusi terlebih dulu dapat berjalan di wilayah DKI Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Saat ini pihaknya masih fokus pada produksi beras sachet sebelum didistribusikan secara menyeluruh.

“Antara Juni – Agustus baru dimulai distribusinya [dalam jumlah besar}, termasuk ke market modern. Target kami adalah membuat ketersediaan beras benar-benar gambang,” kata Imam di Gudang Bulog Divre DKI dan Banten, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Rencana pejualan beras sachet tersebut mulai berhembus sejak Direktur Utama Perum Bulog diambil alih Budi Waseso. Pihaknya mengaku langkah membuat beras kemasan kecil ini untuk memudahkan pekerja dengan upah harian mendapat beras ekonomis sesuai pendapatan harian.

Meski Budi Waseso sempat menyebut beras sachet yang akan produksi merupakan premium dan medium, namun Imam mengaku saat ini pihaknya baru memproduksi beras dengan kualitas Premium seharga Rp2.500/kg untuk ukuran 200 gram. Namun kemungkinan memproduksi untuk beras medium tetap ada.

Imam menjelaskan, Bulog telah memikirkan untuk penentuan margin jual antara beras sachet yang akan dibeli dan dijual oleh pedagang. Pihaknya memastikan bakal memberikan margin harga yang cukup sehingga tetap memberikan keuntungan bagi pedagang dengan harga yang ditetapkan.

“Tentu kami akan menjual di harga di bawah Rp2.500 itu agar pedagang bisa menjual di harga yang dipatok,” katanya.

Dia mengaku Bulog telah hitung-hitungan untuk memproduksi beras sachet tersebut, meski membutuhkan biaya produksi lebih dibanding ukuran lebih besar, namun pekerjaan Bulog sedikit dipermudah karena menggunakan mesin produksi sendiri.

Di sisi lain, Bulog tengah menggodok aturan kerjasama yang akan dilakukan dengan ritel modern. Hal ini untuk mempermudah transaksi yang dilakukan kedua pihak termasuk margin penjualan dan pembelian beras sachet tersebut. Imam mengaku aturan kerjasama itu akan selesai seiring proses produksi yang telah matang.

Sebelumnya Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengaku pengusaha ritel masih menunggu regulasi yang menjelaskan tentang penjualan beras sachet tersebut dari pemerintah. Meski begitu pihaknya mengaku siap menjual beras sachet untuk memudahkan keterjangkauan masyarakat kalangan bawah membeli beras.

“Aturannya lebih ke kerjasama saja dengan ritel modern untuk menjual beras sachet,” sebut Imam.   

Editor : Wike Dita Herlinda

 

(Sumber : Bisnis.com)