• Tue, 19 June 2018
06 Jun
PENJUALAN BERAS SACHET : Peritel Tunggu Aturan Pemerintah

Rayful Mudassir Selasa, 05/06/2018 02:00 WIB

JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia masih menunggu aturan yang dikeluarkan pemerintah untuk penjualan beras medium ukuran sachet 200 gram dan 250 gram yang di ritel modern yang digodok oleh Perum Bulog (Persero).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan, para peritel pada prinsipnya mendukung Bulog untuk menjual beras ukuran kecil tersebut. Namun, untuk itu, masih dibutuhkan regulasi yang jelas dari pemerintah.

Dia menambahkan pelaku bisnis ritel modern juga siap menjual beras sachet tersebut sesuai dengan aturan pemerintah. Pihaknya meyakini bakal menjalankan apapun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Apapun keputusan pemerintah sudah melewati masa observasi atau sudah dipelajari dan apa yang sudah dipelajari pasti bagus untuk masyarakat,” katanya Roy di Gedung Kementerian Perdagangan, Senin (4/6).

Roy tidak mempermasalahkan strategi Bulog tersebut. Apalagi di ritel sendiri, beras sachet akan bersaing dengan beras ukuran 5kg. Jika beras ukuran tersebut untuk pekerja dengan upah mingguan, beras sachet lebih ditujukan untuk pekerja dengan upah harian.

“Ini sangat penting dengan membeli beras ukuran tertentu dibanding yang memiliki income bulanan. Jadi merupakan strategi market,” katanya.

Dia optimistis langkah ini dapat berjalan sesuai dengan rencana pemerintah. Namun Roy mengaku belum mendapat kabar terkait regulasi yang sudah dilakukan. Aprindo meyakini saat ini pemerintah sedang menggodok aturan tetap penjualan beras sachet tersebut.

Sebelumnya, Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan perusahaan plat merah tersebut akan menjual beras dengan kualitas premium sebesar 200 gram seharga Rp2.500/kg. Sementara beras medium dihargai Rp2.000/kg.

Kebijakan itu untuk memberikan pilihan kepada masyarakat dalam membeli beras sesuai kemampuan. Budi Waseso mengaku beras juga akan dijual melalui gerai-gerai bulog di daerah, toko ritel, hingga Koramil dan Polsek untuk menghindari adanya penimbunan sehingga membuat harga melonjak.

Budi Waseso mengatakan satu sachet beras 200 gram dapat dikonsumsi untuk tiga piring. Masyarakat juga dimudahkan dengan penjualan beras ukuran kecil di berbagai toko kecil sehingga tidak memerlukan lagi banyak waktu dan biaya ke pasar beras untuk mendapat beras.

“Kami harus menghadirkan beras sachet kemana-mana. Tidak perlu ke pasar beras dengan memerlukan waktu, biaya, biaya produksi tidak tinggi, sudah saya hitung,” katanya. (Rayful Mudassir)

Editor : Wike Dita Herlinda

(Sumber : Bisnis.com)