• Tue, 19 June 2018
05 Jun
PRODUKSI GARAM : PT Garam Targetkan 380.000 ton

Peni Widarti Senin, 04/06/2018 02:00 WIB

SURABAYA – PT Garam memproyeksikan bisa memproduksi 380.000 ton garam pada musim panen tahun ini mengingat kondisi cuaca yang berangsur normal menuju kemarau.

Direktur Utama PT Garam Budi Sasongko mengatakan dalam minggu- minggu terakhir ini perseroan telah nemproduksi 1.500 ton garam yang dipanen dari 4 lokasi penggaraman di Madura dan Nusa Tenggara Timur.

"Minggu terakhir ini hujannya juga sudah mulai kecil. Mudahan-mudahan di musim panen sekarang ini cuaca berpihak pada kami," ujarnya seusai acara penandatanganan kerja sama PT Garam dengan GMPK, Kamis (31/5).

Dia mengatakan proyeksi produksi garam tahun ini lebih tinggi 30% dari tahun lalu yang hanya 350.000 ton. Peningkatan proyeksi tersebut salah satunya dari dukungan cuaca, dan upaya PT Garam yang melakukan revitalisasi lahan penggaraman di Madura dan perluasan lahan garam di Kupang NTT.

"Di Kupang kami sudah ada perluasan lahan garam 300 ha tapi itu masih trial di tahun pertama ini hanya produksi dari 15% lahannya. Nanti kalau sudah tahun ke 5 baru mulai masuk ke komersial," katanya.

Dia menambahkan, tahun ini PT Garam juga akan menambah lahan garam lagi di Kupang seluas 200 ga dengan tanah ulayat atau tanah bersama masyarakat hukum adat.

"Khusus di Madura kami hanya akan optimalisasi lahan yang sudah ada akan ditingkatkan kadarnya," imbuhnya.

Soal harga garam, kata Budi, saat ini berada pada posisi yang cukup bagus yakni sekitar Rp2.000/kg. Namun begitu, terkadang harga garam juga bisa merosot saat panen raya dan membuat petambak garam merugi. Namun, bila kurang pasokan, harganya pun bisa melambung tinggi.

Guna menjaga harga garam di posisi yang menguntungkan petani maupun konsumen, PT Garam berencana mengajukan usulan harga batas atas dan bawah kepada pemerintah.

Menurutnya, range harga garam yang tepat yakni berada di antara Rp1.500/kg sampai Rp2.000/kg. "Penetapan harga garam itu wewenang pemerintah, tapi kami akan sampaikan soal harga ini ke kementerian terkait," ujarnya. (Peni Widarti)

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

 

(Sumber : Bisnis.com)