• Wed, 24 October 2018
16 May
PASAR MINUMAN RINGAN : Lebaran Dorong Lonjakan Permintaan

Anggara Pernando Selasa, 15/05/2018 02:00 WIB

Pekerja menyusun aneka jenis minuman kaleng di salah satu grosir penjual makanan dan minuman kemasan di Pekanbaru, Riau, Senin (12/6).

JAKARTA—Lonjakan permintaan minuman ringan diperkirakan terjadi pada akhir Mei seiring dengan pembayaran gaji dan tunjangan hari raya.

Ketua Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Pridjosoesilo menuturkan pihaknya berharap penjualan sepanjang Ramadan tahun ini dapat menyumbang 30% hingga 40% dari total target tahun ini.

"Ekspektasi kami kenaikan penjualan akan terjadi mulai akhir Mei saat gaji dan THR sudah mulai dibayarkan. Sehingga diharapkan penjualan juga akan meningkat," kata Triyono, Senin (14/5).

Guna mengantisipasi lonjakan, para produsen minuman siap saji telah mulai meningkatkan kapasitas produksi. "Harapan kami tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu, apalagi tahun ini Lebaran waktunya tidak bertabrakan dengan waktu pendafaran sekolah seperti tahun lalu. Sehingga uang yang beredar di masyarakat untuk digunakan dalam pembelian produk-produk konsumsi akan bisa lebih banyak," katanya.

Dalam catatan asosiasi, volume produksi industri minuman ringan pabrikan lokal pada 2017 lalu mencapai 34,41 miliar liter. Jumlah tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan capaian 2016 sebesar 43,76 miliar liter. Total produksi tersebut adalah golongan minuman ringan yang termasuk dalam kategori nonalcoholic ready to drink (NARTD), seperti produk susu, jus, kopi, teh dan variannya.

Sementara itu, pabrikan juga berharap pemerintah dapat mengatasi pelemahan nilai tukar. Triyono menilai dalam jangka panjang pelemahan rupiah akan menekan industri minuman cepat saji.

"Terutama terkait dengan packaging yang bahan bakunya masih diimpor, seperti kemasan aluminium dan PET resin," katanya.

Editor : Ratna Ariyanti

 

(Sumber : Bisnis.com)