• Thu, 26 April 2018
13 Apr
SINERGI PERBANKAN : Agen Bank Diminta Jual Beras Bulog

Ipak Ayu H Nurcaya Kamis, 12/04/2018 02:00 WIB

JAKARTA — Pemerintah mengharapkan perbankan dapat berperan lebih banyak dalam upaya memperluas operasi pasar beras untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi.

Dalam rapat koordinasi membahas persoalan beras yang digelar pada Rabu (11/4), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengundang Menteri BUMN, Perum Bulog, dan bank-bank BUMN.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan saat ini pemerintah masih membuka peluang bagi seluruh perbankan untuk mengutus para agennya untuk mau menjual beras Bulog sebagai bagian dari operasi pasar.

" dengan BTN, ada sekitar 35.000 agen yang mau mengambil bagian. Kami masih terbuka pada bank lain," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (11/4).

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono mengatakan, pihaknya akan mengerahkan seluruh agen yang terdaftar agar turut berpartisipasi dalam program operasi pasar beras.

Maryono, yang juga merupakan Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), menambahkan bahwa secara umum bank-bank BUMN dapat dilibatkan dalam program tersebut. "Saya kira ini nanti akan diatur oleh Kementerian BUMN, prinsipnya secepatnya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kredit Mikro dan Ritel PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Priyastomo mengatakan pihaknya siap menggerakkan jaringan agen yang dimiliki untuk turut menyalurkan beras Bulog.

Saat ini, BRI tercatat memiliki sekitar 279.000 agen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa. “BRI siap menyiapkan agen untuk berjualan beras agar sampai di daerah-daerah pelosok,” katanya.

Adapun, operasi pasar yang dilakukan oleh Perum Bulog bertujuan untuk menekan harga beras menjelang puasa dan Lebaran. Saat ini pemerintah sedang berupaya menurunkan harga beras dan daging.

Pada akhir Mei 2018, pemerintah menargetkan harga beras dan daging sudah kembali pada batas normal sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi. (Ipak Ayu H.N)

Editor : Farodlilah Muqoddam

(Sumber : Bisnis.com)