• Thu, 26 April 2018
13 Apr
IMPOR HORTIKULTURA : RIPH 533.000 ton Bawang Putih Telah Terbit

Pandu Gumilar Kamis, 12/04/2018 02:00 WIB

JAKARTA—Kementerian Pertanian telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk 533.000 ton bawang putih untuk tahun ini.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto menjelaskan jumlah ini lebih dari cukup, mengingat kebutuhan semester I diperkirakan sekitar 250.000 ton.

Di sisi lain, dia mengatakan tidak ada kendala dengan lahan penanaman komoditas bawang putih untuk antisipasi pelaksanaan wajib tanam dalam negeri untuk importir bawang putih sebesar 5% dari kuota impor yang disetujui.

“Untuk mencapai swasembada ditargetkan tahun 2021 ya diperlukan luas tanam sekitar 65.000 hektare dan 14.000 hektare untuk pembibitan,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (10/4).

Dia pun optimistis dapat mendapatkan lahan yang diperlukan untuk menanam bawang putih di beberapa lokasi yang sudah ditentukan.

Pasalnya, tambah Prihasto, potensinya tersedia luas dan Kementan siap mendampingi mencari lahan yang sesuai, seperti di Solok Selatan, Cianjur, Garut, Bandung, Tasikmalaya, Tegal, Temanggung, Magelang, Karanganyar, Bima, Lombok Timur, Banyuwangi, hingga Minahasa.

Penanaman paling lambat dilakukan satu tahun setelah RIPH terbit dan lokasi tanam diutamakan pada lahan baru.

“Realisasi tanam wajib dilaporkan kepada Ditjen dengan diketahui oleh Kepala Dinas kabupaten/kota yang menangani bidang pertanian, di lokasi penanaman,” terangnya.

Prihasto menjelaskan ketentuan wajib tanam 5% ini guna mendukung percepatan swasembada. Ini dimaksudkan agar usahanya berkelanjutan dan Importir agar sejak dini sudah bisa mengembangkan bawang putih sendiri atau bermitra dengan petani.

“Sehingga nantinya tidak akan kesulitan mencari barang bila sudah swasembada dan impor disetop,” paparnya.

Adapun terkait benih, kata Prihasto, benih bisa membeli dari benih lokal maupun impor. Benih lokal diperoleh dari hasil panen dan melalui proses patah dormansi. Adapun, untuk benih impor disarankan berasal dari Taiwan, Mesir dan India yang telah diuji kesesuaiannya dan sudah berhasil ditanam di Indonesia.

Sementara itu, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santoso mengatakan pada pekan lalu mengatakan, komoditas bawang putih hanya dapat ditanam di atas ketinggian 700 Mdpl sedangkan pada ketinggian tersebut sudah ada budi daya komoditas lain.

Otomatis, bila swasembada bawang putih tercapai ada komoditas holtikultura lain yang produksinya akan merosot. Oleh sebab itu, Dwi mengatakan, perlu ada pertimbangan khusus supaya swasembada bawang putih tidak lantas menyebabkan kemerosotan komoditas tertentu di sisi lain.

"Perhitungan saya, untuk mencapai swasembada bawang putih diperlukan lahan sekitar 100.000 ha. Pastikan ada tanaman yang tergantikan atau trade off, ini bagaimana? "tegasnya. (Pandu Gumilar)

(Sumber: Bisnis)