• Wed, 12 December 2018
07 Mar
KOMODITAS PERTAMBANGAN : China Percepat Pembatasan Produksi Baja & Batu Bara

Eva Rianti Selasa, 06/03/2018 02:00 WIB

JAKARTA – Pemerintah China berjanji untuk mengurangi kapasitas produksi baja dan batu bara pada tahun ini sehingga mendorong percepatan target pembatasan komoditas secara jangka panjang hingga 2020.

Pada pembukaan pertemuan tahunan parlemen, Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (NDRC) mengatakan dalam laporannya bahwa Negeri Panda akan mengurangi kapasitas baja sekitar 30 juta ton dan produksi batu bara sekitar 150 juta ton pada tahun Anjing Tanah ini.

"Pemotongan tersebut menjadikan produsen baja dan batu bara terkemuka di dunia mencapai target 2 tahun lebih cepat dalam rencana lima tahun yang berakhir pada 2020," papar NDRC, dikutip dari Reuters, Senin (5/3).

Upaya pemangkasan tersebut direncanakan saat Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan dalam sambutannya bahwa pemerintah akan menkonsolidasikan dampak positif dari upaya menekan polusi industri.

“Pengurangan kapasitas pada 2018 ini tercatat lebih tinggi dari perkiraan,” kata Zhang Min, analis pasar batu bara di China Sublime Information Group. Penetapan target yang tinggi pada tahun ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak memperlambat laju reformasi di industri baja dan batu bara.

Adapun, pemangkasan 30 juta kapasitas baja pada 2018 akan membawa total pengurangan lebih dari 3 tahun menjadi 145 juta ton. Angka itu akan menempatkan China sebagai negara yang berhasil mengurangi kelebihan hingga 150 juta pada 2018—2020.

Sementara itu, pemotongan 150 juta batu bara pada tahun ini akan membawa total penurunan sejak awal 2016 menjadi 590 juta ton, jauh di atas rencana 5 tahun oleh konsumen batu bara dunia untuk memangkas 500 juta ton kapasitas batu bara pada 2020.

Pada 2017, China memproduksi 3,45 miliar ton batu bara, naik 3,2% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi baja mencapai rekor sebesar 832 juta ton. Pemerintah menegaskan akan menutup pembangkit listrik tenaga batu bara dengan kapasitas kurang dari 300.000 kilowatt yang gagal memenuhi standar emisi pada 2018.

Dilihat dari segi harga, baja rebar mengalami penurunan 0,7% setelah informasi pemangkasan produksi tersebut dilaporkan. Harga batu bara termal juga menurun 0,7%, mencapai level terendah sejak pertengahan Januari. (Eva Rianti/Reuters)

Editor : Pamuji Tri Nastiti

(Sumber : Bisnis.com)