• Wed, 12 December 2018
06 Mar
Impor Bali Turun 14,41% pada Januari 2017

Minggu, 04/03/18

Pesawat udara lepas landas di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (13/6). - Antara

Bisnis.com, DENPASAR—Provinsi Bali mengimpor berbagai jenis produk dan alat produksi untuk mendukung usaha ekonomi kreatif sebesar US$7,72 juta pada Januari 2018 atau menurun 14,41% dibandingkan dengan Desember 2017.

"Nilai impor tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya juga merosot US$1,24 juta atau 13,87% karena pada Januari 2017 nilai impor mencapai US$8,96 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, di Denpasar, Minggu (5/3/2018).

Nilai impor tersebut relatif kecil dibandingkan dengan perolehan devisa yang diraih daerah ini sebesar US$53,24 juta selama Januari 2018 atau meningkat 12,76% dibandingkan dengan Desember 2017.

Komoditas utama yang didatangkan dari luar negeri itu meliputi produk perhiasan (permata) sebesar 16,49% dari total impor, produk barang-barang dari kulit 13,96%, produk mesin dan perlengkapan mekanik 13,44%, produk mesin dan peralatan listrik 8,87%, dan susu, mentega, serta telur 5,16%.

Adi Nugroho menjelaskan perhiasan dan barang-barang dari kulit yang diimpor tersebut adalah komponen untuk mendukung produk usaha ekonomi kreatif yang digeluti perajin setempat. Produksi perajin juga kembali diekspor ke luar negeri dengan nilai yang jauh lebih tinggi.

Berdasarkan negara asal, impor dari Hong Kong menyumbang 27,68%, Amerika Serikat 12,73%, China 8,23%, Australia 8,10%, dan Italia 5,66%.

(Sumber: Bisnis.com)