• Tue, 12 December 2017
07 Dec
PRODUKSI GULA 2017 : PTPN X Prediksi Hanya 342.410 Ton

Selasa, 05/12/2017

SURABAYA—PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X memproyeksikan produksi gula perseroan tahun ini hanya mencapai 342.410 ton, dengan tingkat rendemen tebu 7,82%.


Tahun lalu, produksi gula PTPN X mencapai 380.403 ton. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya lahan tebu petani rakyat yang selama ini menjadi pemasok bahan baku perseroan.


Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo mengatakan penyusutan lahan tebu banyak terjadi di Sidoarjo dimana para pemilik lahan maupun petani beralih ke jenis tanaman lain bahkan mengalihkanfungsikan lahannya menjadi kawasan perumahan.


"Yang menjadi masalah tahun lalu adalah terjadinya penurunan produktivitas tanaman tebu, apalagi lahan-lahan tebu kita juga telah berkurang sehingga produksi gula pun menurun," katanya di sela-sela acara pemberian bantuan bencana alam Gunung Agung Bali dan banjir Pacitan, Senin (4/12).


Meskipun demikian, Dwi optimistis perolehan laba sampai akhir tahun ini bisa mencapai Rp10 miliar setelah melakukan sejumlah efisiensi. Menurutnya, target tersebut setidaknya masih lebih baik dibandingkan dengan kinerja tahun lalu yang justru mengalami kerugian hingga Rp155 miliar.


Maka dari itu, untuk meningkatkan produksi gula tahun depan, PTPN X tahun ini telah melakukan kerja sama dengan Perum Perhutani dengan memanfaatkan lahan seluas 5.661 (hektare) ha yang tersebar di Jombang, Mojokerto, Blitar dan Bojonegoro.


"Lahan tersebut untuk pengembangan tanaman tebu kita karena selama ini PTPN X hanya mengandalkan pasokan tebu dari petani rakyat mencapai 95%," imbuhnya.


PTPN X menggelar kegiatan pemberangkatan penyerahan bantuan bencana alam Gunung Agung dan banjir longsor di Pacitan dengan memberikan berbagai macam kebutuhan makanan, minuman, pakaian, selimut, perlengkapan bayi, masker dan obat-obatan senilai total Rp87 juta termasuk mengirimkan para relawan ke lokasi bencana.


Saat ini produktivitas lahan tebu secara nasional masih sekitar 80 ton/ha dengan total luas lahan 475.000 ha. Adapun, rerata rendemen hanya 7,5% sehingga hanya mampu menghasilkan produksi gula 2,3 juta ton. Tahun ini, pemerintah pun menargetkan rendemen tebu bisa meningkat di atas 8%.


Sebelumnya, Pemerintah melakukan sinergi BUMN antara perkebunan, perbankan, dan pupuk seiring dengan target peningkatan produktivitas lahan petani tebu yang mencapai 100 ton per ha pada 2018.


Menteri BUMN Rini Soemarno mengakui kondisi lahan perkebunan tebu pada tahun ini menurun akibat anomali cuaca. Musim tanam tahun ini pun mengalami keterlambatan yakni baru dimulai pada November 2017. "Tahun ini memang produktivitasnya rendah karena curah hujan yang tinggi," jelasnya. (Peni Widarti)


(Sumber: Bisnis)