• Tue, 12 December 2017
07 Dec
INDUSTRI MAINAN : Pabrikan Asing Bidik Pasar Indonesia

N. Nuriman Jayabuana  Selasa, 05/12/2017 02:00 WIB


CIKARANG—Pabrikan asing mulai melirik Indonesia sebagai basis manufaktur mainan anak yang ditandai dengan terus mengalirnya investasi untuk sektor itu.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan realisasi penanaman modal pada sektor industri mainan terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir.


“Investasi pada sektor industri mainan terus berjalan, sudah sekitar US$10 juta. Memang tidak sebesar sektor industri lain seperti petrochemical atau baja, tetapi dampaknya sangat signifikan dalam penciptaan lapangan kerja,” ujarnya saat mengunjungi salah satu fasilitas produksi PT Mattel Indonesia di Cikarang, Senin (4/12).


Hingga kuartal ketiga tahun ini, realisasi penanaman modal pada sektor industri mainan tercatat senilai USD9,52 juta. Airlangga menyatakan sektor industri mainan berperan signifikan bagi ekonomi nasional. Sebab sektor industri tersebut bukan hanya sekadar padat karya, namun juga berorientasi ekspor.


Sementara itu, nilai ekspor mainan RI mencapai US$ 228,39 juta hngga kuartal ketiga tahun ini. Angka tersebut naik 8,97% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$209,59 juta. Di samping itu, sektor industri mainan tercatat menyerap sebanyak 23.116 tenaga kerja.


Airlangga menyatakan pabrikan asing yang berinvestasi di Indonesia bukan sekadar mampu memproduksi mainan, namun sekaligus mengembangkan inovasi. Terlebih, pabrikan mainan juga sudah mampu mengadopsi implementasi sistem automasi dan teknologi robotic sesuai peta jalan industry 4.0.


“Produksinya bahkan sudah mampu masuk ke micro manufacturing, tidak kalah dengan industri otomotif maupun elektronik,” ujarnya.


Salah satu pabrikan asing yang membangun fasilitas produksi mainan di Indonesia adalah Mattel. Pabrikan mainan global tersebut telah mengoperasikan anak usahanya, PT Mattel Indonesia, selama 25 tahun di Cikarang.


Executive VP & Chief Global Supply Chain Officer Mattel Inc. Peter Gibbons menyatakan pabrik di Indonesia merupakan aset terbesar Mattel dengan kontribusi mencapai 60% dari total produksi global.


“Pabrik Mattel di Indonesia memproduksi 2 juta unit per pekan dan setiap tahun rata-rata mampu mengekspor senilai US$150 juta,” ujarnya.


Pabrik tersebut mempekerjakan kurang lebih sekitar 10.000 buruh untuk memproduksi berbagai brand mainan seperti Barbie dan Hot Wheels. “Totalnya, seluruh rantai pasok kami mempekerjakan lebih dari 100.000 pekerja langsung dan tidak langsung serta sekitar 500 UKM,” ujarnya.


Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono menyatakan pemerintah bakal memperketat standar produk mainan untuk meredam dominasi produk impor. Pengetatan tersebut nantinya dilakukan dengan penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk mainan.


“Standar produk itu merupakan technical barrier yang dapat diterima oleh seluruh negara, efeknya mampu menjamin keamanan, keselamatan dan kualitas produk,” ujarnya. (N.Nuriman Jayabuana)


(Sumber:  Bisnis)