• Tue, 12 December 2017
04 Dec
Indonesia Masih Menarik Untuk Bisnis Elektronik

29 November 2017 21:21 WIB

Oleh : Annisa Sulistyo Rini

Pengunjung melihat barang elektronik di salah satu toko elektronik di Makassar (Bisnis - Paulus Tandi Bone)


Bisnis.com, JAKARTA—Indonesia masih dinilai menjadi pasar potensial bagi bisnis peralatan elektronik.


Presiden Direktur PT Star Cosmos (Cosmos) Dharma Surjaputra mengatakan dengan jumlah rerata pernikahan sebanyak 2 juta per tahun dan adanya program pembangunan sejuta rumah oleh pemerintah, membuat kebutuhan peralatan elektronik rumah tangga meningkat.


"Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih baik. Ini yang membuat produk impor yang mau masuk ke Indonesia jadi banyak," ujarnya di Jakarta, Rabu (29/11/2017).


Produk elektronik impor saat ini mengancam bisnis produsen dalam negeri karena harga yang dipasarkan lebih murah. Namun, harga yang murah ini didapat dengan mengorbankan kualitas produk. 


Untuk menangkal produk impor, Dharma berharap pemerintah dapat konsisten dalam menerapkan kebijakan pengetatan bea cukai dan meningkatkan pengawasan terkait penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Adapun, bagi para produsen sendiri, dia menyebutkan ada beberapa upaya yang harus dilakukan supaya dapat bersaing dengan produk impor.


"Industri dalam negeri harus meningkatkan teknologi, kualitas sumber daya manusia, dan melakukan inovasi," katanya. 


Adapun, salah satu produsen elektronik yang tertarik masuk ke pasar Indonesia adalah perusahaan asal Turki Beko. Perusahaan ini berencana mulai mengenalkan produk mereka pada kuartal II/2018.


Zafer Ustuner, Regional Director Asia Pasific Beko, mengatakan Indonesia merupakan pasar potensial dengan jumlah penduduk terbesar di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050.


“Daya konsumsi masyarakat juga masih tinggi dengan kontribusi ke PDB yang besar, kami tidak mau menunggu hingga 2050 baru masuk ke Indonesia,” ujarnya.


Beko, yang diklaim sebagai merek nomor satu di Eropa untuk peralatan rumah tangga, merupakan bagian dari Grup Arcelik. Saat ini, produk Beko telah dipasarkan di lebih dari 140 negara dengan jumlah konsumen sekitar 280 juta sejak 1990-an.


Untuk pasar Asia Pasifik, Beko telah masuk ke negara-negara seperti China, Vietnam, Malaysia, Thailand, Pakistan, India, Australia, dan lainnya. Zafer menuturkan pihaknya memiliki program Beko Road yang bertujuan melebarkan bisnis perusahaan dari wilayah barat menuju timur.


Editor : Ratna Ariyanti

 

(Sumber : BisnisIndonesia)