• Tue, 21 November 2017
14 Nov
Penjualan masih Stagnan

Ø     Pasar Elektronik

Senin, 13/11/2017

JAKARTA—Pabrikan elektronik memproyeksikan penjualan pada tahun ini tidak akan berbeda jauh dengan performa pada tahun lalu.


Ini misalnya terlihat dari penjualan elektronik pada Januari—September tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu yang masih terlihat stagnan.

Beberapa‎ pabrikan menilai konsumen menahan diri untuk tidak membeli barang elektronik.


‎Tekno Wibowo,‎ ‎Marketing Director PT Hartono Istana Teknologi (Polytron)‎, menyampaikan secara kuantitas penjualan perusahaan pada kuartal ketiga 2017 turun 5% dibandingkan dengan p‎eriode yang sama tahun lalu.‎ Adapun pendapatan pada triwulan ketiga tahun ini masih terhitung stagnan.


‎"Pasar elektronik kami belum tumbuh‎," kata Tekno kepada Bisnis.com, pekan lalu.


Melihat kondisi pasar hingga September, perusahaan bakal kesulitan untuk mencapai target yang telah dipatok pada awal tahun. "Sulit untuk mencapai target dua digit pertumbuhan dibandingkan dengan tahun lalu," imbuhnya.


Perusahaan masih mengandalkan segmen audio dan televisi serta peralatan rumah tangga ‎untuk menopang penjualan perusahaan. Saat ini, kontribusi penjualan divisi audio & televisi serta peralatan rumah tangga masing-masing mencapai 45%.


"Divisi smartphone kami yang masih yang terkecil," ujarnya.‎         

       

Sementara itu, Andry mengatakan penjualan pada 9 bulan pertama tahun ini juga masih stagnan. Penjualan turun 2% pada Januari hingga September 2017 dibandingkan dengan ‎periode sama tahun lalu.‎


Adapun penjualan pada kuartal ketiga 2017 dinilai tidak lebih baik dibandingkan dengan triwulan kedua tahun ini. Sharp mencatat penurunan ‎penjualan pada kuartal III/2017 mencapai 5% hingga 8% dibandingkan dengan triwulan kedua tahun ini. 


"Pada kuartal kedua penjualan lebih baik karena keberadaan momen Lebaran," ujarnya.


Perusahaan menunda rencana investasi karena belum ada tanda-tanda perbaikan penjualan elektronik. Tidak ada proteksi terhadap perusahaan yang berinvestasi di dalam negeri," katanya.


Strategi yang diambil untuk tetap menarik hati konsumen adalah inovasi. Sharp berencana memperkenalkan produk baru seperti televisi LED berbagai ukuran dengan harga yang diklaim kompetitif. ‎


Sebelumnya, ‎Ali Soebroto, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), menjelaskan jika penjualan barang elektronik akan lebih baik pada semester II/2017 dibandingkan dengan 6 bulan pertama tahun ini terkerek oleh pertumbnuhan di sektor properti.

 

(sumber: KoranBisnisIndonesia)