• Sat, 21 October 2017
10 Oct
Pemberlakuan Safeguard Tingkatkan Investasi Baja Lapis

Senin, 09/10/2017


Industri baja - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA‚ÄĒKementerian Perindustrian menilai pemberlakuan safeguard untuk baja lapis aluminium seng (BJLAS) berdampak positif dari sisi investasi.


Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan safeguard untuk BJLAS diterbitkan pada 2014 melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 137.1/PMK.011/2014 dengan pertimbangan produsen dalam negeri mengalami injury akibat produk impor yang membanjiri pasar. 


Selama pemberlakuan safeguard BJLAS atau selama 3 tahun, Putu menuturkan data kajian national interest dari Tim Kepentingan Nasional tidak memperlihatkan gejolak yang signifikan di pasar dan juga tidak terdapat lonjakan harga yang signifikan dari produsen dalam negeri.


"Di sisi lain, pemberlakuan safeguard berdampak positif dari sisi investasi, yaitu perluasan industri existing dan pendirian industri baru," ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (8/10/2017).


Merujuk data Kementerian Perindustrian saat ini terdapat tiga perusahaan BJLAS, yaitu PT NS Bluescope Indonesia, PT Sunrise Steel dan PT Saranacentral Bajatama dengan kapasitas terpasang sebesar 730.000 ton per tahun. Selain ketiga perusahaan ini, akan ada investasi baru di industri BJLAS oleh PT Tata Logam.


Kemenperin juga mencatat ekspansi bisnis ketiga pabrik yang telah beroperasi tersebut terlihat dari kapasitas terpasang yang mengalami peningkatan dari sebesar 590.000 ton per tahun menjadi 730.000 ton per tahun selama 2014 hingga 2016 atau sejak beleid safeguard dikeluarkan.


Kapasitas produksi juga meningkat dari 261.325 ton per tahun menjadi 325.936 ton per tahun, sedangkan impor terpantau turun dari 201.934 ton pada 2014 menjadi 92.583 ton pada 2016.


Beleid safeguard yang terbit pada 2014 tersebut habis masa berlakunya pada Juli 2017. Pemerintah memutuskan memperpanjang safeguard ini melalui PMK No.130/PMK.010/2017 yang berlaku mulai 4 Oktober 2017.


"Pengenaan safeguard, yang dibatasi selama 2 tahun, masih diperlukan bagi industri dalam negeri untuk memberi kesempatan untuk melaksanakan penyesuaian struktural penuh terkait investasinya," jelas Putu.


(sumber: Bisnis)