• Sat, 21 October 2017
10 Aug
PRODUKSI PABRIKAN MASIH TINGGI

Senin, 07 Agustus 2017        

Pada 2017, kelebihan pasokan di dalam negeri diperkirakan mencapai 39,7 juta ton dari kapasitas terpasang sekitar 103,8 juta ton. Kondisi kelebihan pasokan ini terjadi di tengah penurunan permintaan semen domestik.


Pada smester 1/2017, konsumsi semen menurun 1,3% secara tahunan (year on year) dari 29,4 juta ton menjadi 28,99 juta ton. Penurunan dini disebabakn permintaann pada juni 2017 yang turun 26,8 % yoy menjadi 3,73 juta ton.


Agung wiharto, Corporate secretary PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., mengatakan saat ini tingkat kapasitas terpakai perseroan masih berada di kisaran 85% hingga 90%. Saat kebutuhan dometik telah terpenuhi, perseroan melempar produk ke luar negeri.


“kami ada ekspor kira-kira sebesar 5% hingga 10% dari total volume penjualan,” ujarnya kepada bisnis, senin(7/8).


Berdasarkan laporan penjualan, smen indonesia mencatatkan penjualan sebesar 12,80 juta ton atau tumbuh 3,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,37 juta ton. Volume ekspor tumbuh hingga empat kali lipat dari 189.052 ton menjadi 839.858 ton.


PT Semen Padang, yang merupakan anak usaha semen Indonesia, juga masih memilliki tingkat utilisasi yang tinggi. Benny Wendry, direktur utama semen padang, mengatakan perseroan saat ini memiliki enam lini produksi. Satu diantaranya merupakan lini baru yang mulai beroperasi pada februari 2017.


“kapasitas terpasang produksi semen kami ada 9 juta ton per tahun. Kami tidak ada pengurangan produksi sehingga ketika pasar domestik sudah penuh, kami kirim untuk ekspor.” Jelasnya.


Perseroan mengekspor semen ke negara-negara asia selatan, seperti maladewa. Rerata volume ekspor semen perseroansetiap bulan saat ini mencapai 14,28% dari total produksi atau 100.000 ton dari 700.000 ton.


Adapun untuk paruh kedua nanti benny meproyeksikan konsumsi semen nasional bakal membaik melihat permintaan pada juli 2017yang mulai naik dia pun optimis pertumbuhan konsumen nasional dapat tumbuh 4% hingga 5% secara tahunan di akhir nanti.


HENTIKAN PABRIK


Berbanding terbalik dengan dua parikan semen tadi, dalam menghadapi oversupply, PT Indocement tunggal Prakarsa Tbkhanya menjalankan lini produksi yang paling efisien, seperti pabrik baru P14 dengan kapasitas sebesar 4,4 juta tondi Citereup.


Christian Kartawijaya, direktur utama Indocement, mengatakan saat ini p14 sudah beroperasi penuh dan mampu menekan biaya sebesar US$4 hinga US$5 per ton dibandingkan dengan pabrik yang lebih tua.


“kami matikan pabrik yang tidak efisien yaitu P1, P2, dan P6, sehingga tingkat utilisasi kami sekarang dikisaran 70% hingga 75%,” jelasnya. Untuk dapat bertarung dengan semen yang lebih murah, Indocement mengeluarkanproduk smen pozzolan portlandcement (PPC) dengan merek rajawali yang volume produksinya sebesar 2% dari produksi total.

 

Selain itu, Indocement juga memproduksi clinker sebagai alternatif pendapatan. Untuk pasar ekspor, christian menyebutkan perseroan tidak banyak mengirim semen ke pasar luar negeri. “kami kirim ke bangladesh dan srilanka, tetapi hanya sebagian volume. Kami leboh fokus ke domestic clinker,” katanya.


Adapun volume penjualan domestik perseroan pada semester 1/2017 sebesar 7,8 juta ton atau turun 1,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,69 juta ton.

 

(Sumber: KoranBisnisIndonesia)