• Mon, 26 June 2017
15 Jun
KAPASITAS PRODUKSI GULA : PG Krebet Baru Incar 15.000 TCD

Choirul Anam Selasa, 13/06/2017 02:00 WIB



Gula

MALANG—Kapasitas giling Pabrik Gula (PG) Krebet Baru akan ditingkatkan menjadi 15.000 ton cane day (TCD) pada 2019 dari kapasitas eksisting sebanyak 12.000 TCD.


Manajer Umum PG Krebet Baru Rachmad Sartono mengatakan untuk peningkatan kapasitas tersebut tidak perlu investasi yang terlalu besar karena gedung dan infrastruktur lainnya sudah ada, tinggal menambah mesin.


“Kalau dihitung, kebutuhan investasi hanya sekitar Rp450 miliar saja,” ujarnya, Senin (12/6/2017).


Kebutuhan dana sebesar itu, kata dia, akan dipenuhi dari dana perusahaan dengan menahan sebagaian dari laba, yakni sekitar 30% - 40%, dan sisanya dari pendanaan komersial bank.


Pembelian alat-alat untuk meningkatkan kapasitas giling dari PG Krebet Baru, dilakukan secara bertahap mulai tahun ini. Dengan demikian, pada 2019 kapasitas giling bisa langsung meningkat.


Kapasitas giling eksisting PG Krebet Baru terdiri atas PG Krebet Baru 1 dan PG Krebet Baru II. PG Krebet Baru 1 saat ini berkapasitas giling 6.500 TCD, sedangkan PG Krebet Baru II berkapasitas 5.500 TCD.


“Nah yang akan ditingkatkan kapasitas gilingnya itu PG Krebet Baru II, menjadi 8.500 TCD,” katanya.


Terkait dengan kebutuhan bahan baku tebu, dia yakinkan, cukup banyak. Saat ini masih ada sekitar 400.000 ton/tahun pasokan tebu asal Kabupaten Malang yang digiling oleh PG luar daerah.


Apalagi ada sinyalemen dari pemerintah bahwa akan ada program regrouping PG BUMN, dimana PG yang kurang potensial akan dialihkan ke PG yang potensial.


Dengan begitu, trennya nanti PG akan memenuhi kebutuhan gilingnya dari tebu di wilayahnya masing-masing, bukan dari luar daerah.


Untuk menarik tebu asal Malang digiling di PG Krebet Baru, kata Rachmad, sangat memungkinkan dengan iming-iming tingkat rendemen yang tinggi.


Tahun lalu, di tengah musim yang tidak bersahabat dengan tingkat curah hujan yang tinggi, rendemen PG Krebet Baru mencapai 6,3%. Tahun ini, rendemen itu diharapkan bisa meningkat menjadi 8,73%.


Program peningkatan kapasitas giling PG Krebet Baru, kata dia, juga dimaksudkan demi memangkas masa giling dari 180-190 hari menjadi 160 hari, sehingga tebu yang digiling akan memasuki puncak rendemen, yakni awal November.


Untuk tahun ini, masa giling tebu sudah berkurang dari 180-190 hari menjadi 170 hari sehingga 20 November PG Krebet Baru sudah selesai melakukan akitivitas giling tebu.


“Insentif berupa rendemen tebu yang tinggi penting karena saat ini harga gula sudah dipatok pemerintah, yakni Rp12.500/kg,” ujarnya,


Dengan rendemen yang tinggi, maka gula yang diperoleh petani otomatis akan semakin banyak sehingga kesejahteraan mereka juga akan tinggi pula.


Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

 

(Sumber : Bisnis.com)