• Sun, 20 August 2017
15 Jun
IZIN USAHA PERDAGANGAN : Industri Tekstil Bandung Minta Insentif

Rabu, 14/06/2017 02:00 WIB


Ilustrasi kegiatan di pabrik tekstil

BANDUNG — Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) akan membantu pengusaha tekstil di Bandung, khususnya mereka yang ingin mendapatkan surat izin usaha perdagangan atau SIUP dan tanda daftar perusahaan/TDP.


Ketua Umum API Ade Sudrajat mengatakan SIUP dan TDP merupakan salah satu syarat untuk mengajukan pengusaha kena pajak atau PKP, sebab saat ini pengusaha tekstil sudah banyak yang memenuhi kriteria PKP. Terlebih lagi, kata Ade, pasca-kebijakan amnesti pajak yang dilakukan pemerintah pusat, banyak perusahan tekstil di Indonesia yang diaudit oleh pemerintah.


Dengan begitu, para pengusaha tekstil berupaya untuk melaksanakan kewajiban pajak dengan sebaik-baiknya. Guna memenuhi kewajiban tersebut, para pengusaha perlu membuat dokumen SIUP dan TDP.


Hanya saja, di beberapa daerah para pengusaha kerap merasakan hambatan saat pembuatan kedua dokumen tersebut, terutama urusan tata ruang. "Kami mendorong pengusaha untuk jadi PKP, syaratnya SIUP dan TDP. Mereka mengalami kesulitan, salah satunya karena tata ruang. Mengajukan izin usaha tapi tata ruang untuk perumahan. Jadi SIUP-nya susah keluar," kata Ade di Pendopo Kota Bandung, Selasa (13/6).


Untuk itu, Ade beserta jajaran memohon solusi dari Pemerintah Kota Bandung agar kebutuhan dokumen legalitas usaha ini bisa terpenuhi dengan baik. Pada akhirnya, dokumen tersebut juga bisa berdampak baik pada pembangunan daerah. "Kami sudah juga berkonsultasi dengan pemerintah daerah lain karena pada umumnya kami punya kesamaan masalah. Di beberapa daerah, pada akhirnya mereka mengubah Perda RDTR." katanya.


Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjelaskan bahwa di Kota Bandung kemudahan membuat perizinan sudah dilakukan secara sistematis. Menurutnya, alih-alih mengubah Perda RDTR, dia menawarkan solusi lain untuk mempermudah penerbitan SIUP. "Saya memahami betul dinamika tata ruang. RTRW RDTR itu punya dua fungsi, yaitu mempertahankan keseimbangan dan memprediksi masa depan. Kota ini punya visi agar punya jati diri. Maka kita prioritaskan visi tersebut," katanya.


Pria yang akrab disapa Emil itu menyarankan para pengusaha untuk menyesuaikan dengan sistem yang sudah ada. Di Kota Bandung, sistem perizinan sudah dilakukan secara daring (online). "Penerbitan SIUP dan TDP pun bisa ditempuh hanya dalam 2--7 hari saja. Tidak sulit, asal persyaratannya lengkap," katanya.


Dia pun mendorong agar pengusaha menempuh jalur daring. Secara berkala, dia akan memonitor permasalahan yang ada dan mencarikan solusinya. (k19)

Editor : Roni Yunianto

 

(Sumber : Bisnis.com)