• Mon, 26 June 2017
06 Apr
Ratusan Importir Disisir

SANKSI KEPABEANAN

Edi Suwiknyo & Hadijah Alaydrus Selasa, 04/04/2017 07:44 WIB

Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/3).


JAKARTA — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyisir 725 importir yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap perpajakan. Selama kuartal pertama tahun ini, institusi itu sudah memblokir 674 perusahaan nakal yang terbukti melanggar ketentuan pajak.


Sebagian besar importir yang diblokir awalnya tak memiliki masalah dalam urusan kepabenanan. Persoalan muncul ketika Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menyelaraskan aktivitas perusahaan itu dengan surat pemberitahuan (SPT) dan faktur pajak.


Bagi importir yang tidak menyerahkan laporan SPT dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)—meski sudah memenuhi ketentuan bea cukai—otoritas kepabeanan tetap bisa memblokir perusahaan tersebut.


Pengecekan dilakukan dengan meneliti dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB). “Sekarang kami bertindak atas nama Kementerian Keuangan, bukan atas nama Bea dan Cukai atau Pajak. Begitu kami temukan tidak patuh, akan kami blokir dan cabut,” ujar Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi di Jakarta, Senin (3/4).


(Sumber : Bisnis.com)