• Tue, 12 December 2017
08 Aug
IMPOR GARAM Info Sampai ke Petani, Harga Jual Turun

Senin, 07/08/2017

Petani memanen garam di areal tambak garam desa Santing, Losarang, Indramayu, Jawa Barat. - Antara


Bisnis.com, JAKARTA — Impor garam bahan baku konsumsi yang tengah diangkut dari Australia membuat harga garam di tingkat petani mulai mengalami penurunan.


Direktur Keuangan PT Garam Anang Abdul Qoyyum mengungkapkan harga garam di tingkat petani untuk wilayah Cirebon dan Jawa Tengah mulai mengalami penurunan ke kisaran Rp2.900 per kilogram. 


“Informasi garam dari impor sudah mulai sampai ke sana jadi mereka mulai menurunkan harga,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (7/8/2017).


Anang mengatakan untuk saat ini masih sulit tercipta harga Rp1.000 per kilogram di tingkat petani. Namun, jika target yang dipasang adalah Rp2.000 per kilogram hingga Rp2.500 per kilogram di tingkat petani maka hal itu memungkinkan.


“Target kita mudah-mudahan kena untuk harga di tingkat IKM,” imbuhnya.


Dia menambahkan bahwa proses loading atau pengapalan garam bahan baku garam konsumsi dari Australia telah dilakukan akhir pekan kemarin. Dibutuhkan waktu sekitar 20 jam sebelum akhirnya pasokan tersebut berangkat ke Indonesia.


Garam tersebut merupakan penugasan yang diberikan oleh pemerintah sebanyak 75.000 ton. Surat izin telah diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan pada 2 Agustus 2017. 


Corporate Secretary PT Garam Hartono sebelumnya mengungkapkan saat ini masih dibahas dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perindustrian, serta Kemendag terkait distribusi jatah impor yang mereka dapatkan.


“Akan dilakukan dulu verifikasi kepada IKM sebelum dilakukan pembagian distribusi,” paparnya.


Dia menyebut alokasi jatah impor yang didapat akan diprioritaskan untuk keperluan IKM. Sementara, pihak perseroan diminta untuk mengoptimalkan hasil petani garam domestik.


Hartono menyebut harga ideal garam di tingkat petani adalah Rp1.000 per kilogram. Saat ini, besaran harga yang ada di lapangan mencapai Rp3.500 per kilogram. 

 

(sumber: Bisnis.com)